Reuni 25 Tahun La QGene Perkuat Jejaring Alumni Insan Cendekia
Wijatma T S
23 August 2026
.
Keluarga besar Alumni SMU/MAN Insan Cendekia Serpong Angkatan 4. (PM-ist.)
Patmamedia.com (TANGERANG SELATAN) – Setelah seperempat abad berlalu, keluarga besar Alumni SMU/MAN Insan Cendekia Serpong Angkatan 4, La Quatrième Generation atau La QGene, kembali berkumpul dalam Reuni 25 Tahun di Mercure Hotel BSD City, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema “Satu Hari, Seribu Cerita, Sejuta Kenangan”, reuni tersebut tidak sekadar menjadi ajang bernostalgia, tetapi juga momentum memperkuat kembali jejaring dan kolaborasi alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang.
Sebanyak 20 guru dan 35 alumni hadir langsung dari total 65 alumni angkatan tersebut. Kebersamaan juga diikuti 10 alumni secara daring dari berbagai negara dan sejumlah kota di Indonesia.
Perbedaan jarak dan tempat tinggal tak menghalangi keluarga besar La QGene untuk kembali menyatu setelah 25 tahun perjalanan masing-masing.
Ketua Reuni, Ir. Danang Rizki Ginanjar, mengatakan perjalanan 25 tahun para alumni menjadi bukti keberhasilan nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan SMU/MAN Insan Cendekia Serpong.
“Para alumni saat ini telah berkiprah di berbagai bidang dan menduduki beragam profesi strategis, baik di pemerintahan maupun sektor swasta,” katanya.
Menurut Danang, alumni La QGene kini hadir sebagai birokrat, profesional, akademisi, pengusaha, praktisi, serta berbagai profesi lainnya yang terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Rangkaian reuni berlangsung meriah sejak registrasi hingga berbagai sesi kebersamaan. Dayu Purnama dan Ahmad Sujiman yang menjadi pembawa acara berhasil menghidupkan suasana dengan gaya komunikatif, hangat, dan penuh humor.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Insan Cendekia yang membangkitkan kebanggaan terhadap almamater.
Nuansa nostalgia semakin kuat saat peserta menyaksikan Video Perjalanan 25 Tahun La Quatrième Generation. Potongan kenangan masa sekolah, perjalanan persahabatan, hingga kehidupan para alumni setelah meninggalkan bangku sekolah menghadirkan tawa, haru, dan rasa syukur.
Sesi “Remembering the Boarding School Days” juga membawa para peserta kembali mengenang kehidupan di asrama. Berbagai permainan dan kompetisi antarmeja menghadirkan kembali cerita kebersamaan belajar dan masa remaja 25 tahun silam.
Salah satu momen paling haru hadir dalam sesi “Appreciation, Tribute & Legacy”. Para alumni memberikan penghormatan kepada guru-guru yang selama ini telah memberikan ilmu, keteladanan, dan fondasi penting dalam perjalanan hidup mereka.
Perwakilan guru, H. Kastolan, S.Pd., M.Si., menyampaikan kebanggaannya melihat para alumni terus tumbuh dan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, kesuksesan alumni bukan semata pencapaian pribadi, melainkan juga bagian dari warisan atau legacy almamater yang terus hidup dan memberikan manfaat.
Kebersamaan kemudian berlanjut melalui Coffee Break, Salat Ashar, Tukar Kado, Tebak-tebakan Nostalgia, hingga Open Mic Sharing Session. Dalam sesi tersebut, para alumni berbagi perjalanan hidup, pengalaman karier, keluarga, serta berbagai kontribusi yang telah dilakukan selama 25 tahun terakhir.
Master of Ceremony, Dayu Purnama A, S.H., M.H., berharap silaturahmi yang kembali terjalin tidak berhenti dalam satu hari pertemuan.
“Melalui reuni ini, La Quatrième Generation diharapkan terus membangun jejaring, saling mendukung, berbagi pengalaman, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi almamater, masyarakat, dan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Sujiman, S.E., menilai reuni 25 tahun menjadi awal untuk memperkuat kolaborasi antarsesama alumni.
Perbedaan profesi, tempat tinggal, dan bidang pengabdian, menurutnya, justru menjadi kekuatan untuk menciptakan sinergi yang lebih luas.
Seluruh alumni turut berkontribusi dalam penyelenggaraan acara yang juga mendapat dukungan dari Tempo Scan, Bank Tabungan Negara, Biotek, Hayed Consulting, MCS, Cireng Ceria, INDI Comm, INDI Tech, dan Tuture.
Bagi keluarga besar La QGene, reuni ini bukan sekadar pertemuan setelah 25 tahun. Momen tersebut menjadi perjalanan kembali pulang kepada sebuah keluarga, mengenang orang-orang yang pernah tumbuh bersama, menghargai para guru, sekaligus meneguhkan persaudaraan yang tidak lekang oleh waktu.
Satu Hari, Seribu Cerita, Sejuta Kenangan. Dua puliuh lima tahun berlalu, La Quatrième Generation tetap satu. Dari Insan Cendekia, untuk Indonesia.