Gowes 650 Peserta, ALGOJO Rayakan 9 Tahun dengan Aksi Sosial dan Lestari Alam
Wijatma T S
12 April 2026
.
Berbagai komunitas pesepeda bersiap di halaman Kalurahan Condongcatur untuk memulai gowes bareng dalam rangka HUT ke-9 ALGOJO. (PM-ist)
SLEMAN - PAGI itu, Sabtu (11/4/2026), suasana di Kalurahan Condongcatur terasa berbeda. Ratusan sepeda berjejer rapi, para goweser dengan beragam jersey penuh warna saling menyapa, seolah bukan sekadar komunitas, melainkan keluarga besar yang telah lama terikat dalam satu semangat: bergerak, berbagi, dan menjaga bumi.
Sekitar 650 peserta dari berbagai komunitas sepeda di Yogyakarta dan sekitarnya berkumpul dalam perayaan ulang tahun ke-9 Komunitas Sepeda Antar Lintas Gowes Jogja (ALGOJO). Namun, ini bukan sekadar perayaan biasa. Di balik kayuhan sepanjang 17 kilometer, tersimpan cerita tentang kepedulian dan kebersamaan.
Perjalanan dimulai dari halaman Kalurahan Condongcatur, menyusuri rute yang telah disiapkan dengan pengawalan tim marshal. Di tengah perjalanan, canda tawa dan semangat saling menyemangati menjadi energi tersendiri, terutama bagi para peserta yang sebagian besar berusia di atas 45 tahun, namun tetap tangguh menuntaskan rute hingga garis finis di Green Kayen.
Sesampainya di lokasi, suasana semakin hangat. Aroma rica-rica ayam yang disajikan gratis hingga 700 piring menyatu dengan gelak tawa para peserta. Hiburan dari Miwita Production menambah semarak, sementara deretan doorprize mulai dari kipas angin hingga mesin cuci membuat antusiasme semakin terasa.
Namun, momen paling menyentuh terjadi saat ALGOJO menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim dari wilayah Kayen dan Krikilan. Wajah-wajah kecil yang sumringah menerima paket sembako dan tali asih menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati sering kali hadir dari berbagi.
Tak hanya itu, semangat menjaga alam juga diwujudkan melalui pelepasan 9 kilogram bibit ikan di Sungai Boyong, serta pelepasan burung perkutut dan merpati oleh perwakilan komunitas. Aksi sederhana ini menjadi simbol harapan akan keberlanjutan lingkungan yang lebih baik.
Ketua ALGOJO, Gianto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian komunitas terhadap sesama dan lingkungan. Sementara itu, Pembina ALGOJO yang juga Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, berharap kegiatan ini terus menjadi ruang silaturahmi yang mempererat persaudaraan antar goweser.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Heru Saptono. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga cerminan gaya hidup sehat masyarakat yang berdampak pada tingginya kualitas hidup.
Lebih dari sekadar gowes, perayaan ini menjadi bukti bahwa sepeda bukan hanya alat transportasi atau olahraga, melainkan jembatan yang menghubungkan manusia dengan sesama dan alam. Di usia ke-9, ALGOJO tidak hanya mengayuh pedal, tetapi juga menggerakkan hati.