Platinum

Harda Kiswaya Kawal Hak Transmigran Sleman di Konawe Selatan, Soroti Lahan 2 Hektar

Wijatma T S
08 May 2026
.
Harda Kiswaya Kawal Hak Transmigran Sleman di Konawe Selatan, Soroti Lahan 2 Hektar

Bupati Sleman Harda Kiswaya menemui transmigran asal Sleman di Konawe Selatan. (PM-ist)

Patmamedia.com (KONAWE SELATAN) – Bupati Sleman, Harda Kiswaya kembali turun langsung menemui warga transmigran asal Sleman di UPT Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/5/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Harda menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mengawal hak-hak warga transmigran yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi, terutama terkait lahan garapan 2 hektar per kepala keluarga.

Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari evaluasi dan koordinasi yang sebelumnya dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dan warga transmigran pada Juli tahun lalu.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan kembali mencuat, mulai dari keterbatasan lahan hingga belum terpenuhinya hak warga sesuai janji awal program transmigrasi.

Diketahui, terdapat 25 kepala keluarga asal Sleman yang mengikuti program transmigrasi ke UPT Arongo. Namun hingga saat ini, warga mengaku belum menerima hak lahan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah saat program transmigrasi dimulai.

Ketua UPT Arongo, Ujang menyebut persoalan utama yang dihadapi warga adalah minimnya realisasi pembagian lahan. 

Dari total pencanangan lahan seluas 1.500 hektar untuk 500 KK, menurutnya warga baru menerima sekitar 312 hektar.

“Kami akan terus menuntut hak-hak kami sesuai dengan apa yang dijanjikan pada awal kami pindah menjadi transmigran di sini,” ujar Ujang.

Menanggapi hal tersebut Harda menegaskan, Pemkab Sleman hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus menjembatani komunikasi antara warga transmigran, Pemkab Konawe Selatan, dan Kementerian Transmigrasi RI melalui Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans).

“Kami berkomitmen memberikan solusi terbaik atas permasalahan di UPT Arongo. Aspirasi warga akan kami tampung dan kami konsultasikan bersama Ditjen PPKTrans serta Pemkab Konawe Selatan untuk menemukan jalan keluar terbaik,” tegas Harda.

Ia menambahkan, pengumpulan data dan pemetaan kondisi riil di lapangan menjadi langkah penting agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan sehingga memberikan kepastian bagi warga transmigran.

Sementara itu, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap warga transmigran asal Sleman di wilayahnya.

Menurut Irham, Pemkab Konawe Selatan siap berkolaborasi dengan Pemkab Sleman dalam menyusun kajian dan langkah penyelesaian persoalan di UPT Arongo.

“Saya mengapresiasi perhatian dari Bapak Bupati Sleman terhadap permasalahan ini. Pemkab Konawe Selatan bersama Pemkab Sleman siap berkolaborasi mencari solusi terbaik bagi transmigran sesuai kondisi dan kemampuan yang ada,” kata Irham.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan transmigrasi di UPT Arongo akan dilakukan secara hati-hati dan komprehensif agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. (atm)*

Dilarang

Baca Juga