Platinum

Lomba Pengagungan Ungkap Potensi UMKM dan Wisata Padukuhan Karang

Wagino
07 August 2026
.
Lomba Pengagungan Ungkap Potensi UMKM dan Wisata Padukuhan Karang

Penampilan tari Penthul Tembem dari Padukuhan Karang. (PM-Wagino)

Patmamedia.com (GUNUNGKIDUL) — Lomba Pengagungan Tingkat Kapanewon Panggang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mengungkap beragam potensi yang dimiliki Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan yang digelar di Balai Padukuhan Karang, Rabu (5/8/2026), tersebut menjadi momentum bagi warga untuk menunjukkan berbagai potensi wilayah, mulai dari UMKM, budaya, kelembagaan masyarakat, hingga sektor pariwisata.

Sejumlah tim juri dari Kapanewon Panggang diterjunkan untuk mengevaluasi kondisi, kegiatan masyarakat, serta potensi yang dimiliki Padukuhan Karang.

Rombongan tim yang dipimpin Naskan Suroto disambut antusias warga dengan pertunjukan Tari Penthul Tembem dari padukuhan setempat.

Dukuh Karang, Suratno, dalam paparannya menyampaikan Padukuhan Karang memiliki 578 jiwa penduduk yang terbagi dalam satu RW dan empat RT.

Wilayah tersebut juga memiliki sejumlah kelembagaan, di antaranya LPMD, Karang Taruna, dan PKK.

Selain itu, terdapat berbagai organisasi dan kelompok masyarakat seperti kelompok pengelola air, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta ikatan remaja.

Keberadaan berbagai kelompok tersebut menjadi modal sosial dalam menggerakkan kegiatan masyarakat.

Di bidang sarana dan prasarana, Padukuhan Karang memiliki rumah joglo dan limasan yang menggunakan material kayu dan batu bata.

Setiap RT juga memiliki balai pertemuan yang digunakan untuk kegiatan musyawarah dan aktivitas warga.

Fasilitas pendidikan berupa PAUD dan TPA juga tersedia. Sementara untuk mendukung aktivitas ekonomi, warga mulai mengembangkan berbagai produk UMKM.

"Kami juga punya produk UMKM seperti tempe bungkus godong, rengginan tiwul, wingko babat dan masih banyak lagi," kata Suratno.

Potensi Padukuhan Karang tidak hanya berasal dari sektor ekonomi. Warga masih mempertahankan berbagai tradisi seperti sedekah labuh, daparan surana, kenduri, dan kegiatan budaya lainnya sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan leluhur.

Semangat gotong royong juga masih kuat. Warga aktif bekerja bersama dalam berbagai kegiatan untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan padukuhan.

Dari sektor pariwisata, Padukuhan Karang memiliki potensi berupa Pantai Kesirat dan Pantai Grigak. Kedua destinasi tersebut menawarkan hamparan alam yang luas dan berpotensi menjadi tujuan kunjungan wisatawan.

Sementara itu, Lurah Girikarto, Sumardiono, menyambut baik kedatangan tim Lomba Pengagungan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus mengenalkan kondisi dan potensi Padukuhan Karang.

Ia berharap kegiatan Lomba Pengagungan tetap dilaksanakan meskipun dengan konsep sederhana karena dapat menjadi ruang bertemu antara masyarakat dengan jajaran Kapanewon.

"Kalau tidak ada acara seperti ini, kapan kita bisa bertemu warga dan para tim dari Kapanewon?" ujarnya.

Panewu Panggang, Sutiwiningsih, berpesan kepada masyarakat Padukuhan Karang untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan.

Ia juga mendorong pelaku UMKM agar terus mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produknya.

Menurutnya, produk UMKM akan semakin kuat apabila bahan bakunya dapat dipenuhi dari potensi yang ada di wilayah Padukuhan Karang.

"Dengan semangat yang tinggi saya yakin produk UMKM akan laku di pasaran dan bisa meningkat sehingga mampu menopang ekonomi keluarga," pungkasnya. (Wag)

Dilarang

Baca Juga