Platinum

Sleman Temple Run #11 Bidik 1.000 Pelari, Jelajah Lima Candi

Wijatma T S
07 August 2026
.
Sleman Temple Run #11 Bidik 1.000 Pelari, Jelajah Lima Candi

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si., (tengah) saat memberi keterangan kepada awak media di Ruang Rapat Sapta Pesona 1.1, Dinas Pariwisata Sleman.

Patmamedia.com (SLEMAN) – Kabupaten Sleman kembali mengandalkan perpaduan olahraga dan kekayaan budaya untuk mendongkrak promosi pariwisata.

Melalui Sleman Temple Run (STR) #11, para pelari diajak menjelajah dari candi ke candi sekaligus menikmati panorama alam dan kesenian masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si., mengatakan Sleman Temple Run menjadi salah satu strategi promosi destinasi wisata melalui penyelenggaraan event.

Menurutnya, event pariwisata tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan pengalaman dan kenangan yang khas kepada wisatawan.

Running Around Temples merupakan konsep lari lintas alam dari candi ke candi. Event ini hanya dimiliki Kabupaten Sleman dan menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi,” kata Edy di Kantor Dinas Pariwisata Sleman, Jumat (7/8/2026).

STR #11 akan digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan start dan finish di Kompleks Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan. Tahun ini panitia menargetkan kehadiran 1.000 peserta.

Event yang telah digelar sejak 2015 tersebut memasuki penyelenggaraan ke-11. Pelaksanaannya menggandeng komunitas lari Trail Runners Yogyakarta.

Para peserta dapat memilih tiga kategori jarak, yakni 7 kilometer, 15 kilometer, dan 30 kilometer, masing-masing untuk kategori putra dan putri.

Yang membuat STR berbeda adalah karakter rutenya. Pelari akan melewati lima candi, yakni Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, dan Candi Ijo.

Tidak berhenti di kawasan candi, rute juga membawa pelari melewati sejumlah destinasi wisata, seperti Tebing Breksi, Spot Riyadi, dan Arca Gupala.

Edy menuturkan, kekayaan cagar budaya menjadi salah satu kekuatan utama pariwisata Sleman. Wilayah ini memiliki warisan candi peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha sejak abad IX Masehi yang memperkuat identitas Sleman sebagai “Kabupaten Seribu Candi”.

“Promosi wisata dalam bentuk event memberikan dampak yang signifikan terhadap destinasi wisata, baik dalam bentuk tumbuhnya aktivitas ekonomi maupun memberikan pengalaman dan kenangan yang spesifik bagi wisatawan,” jelasnya.

Sleman Temple Run #11 juga tidak sekadar menghadirkan kompetisi olahraga. Masyarakat di dusun-dusun yang dilalui rute dilibatkan untuk menyambut para pelari sekaligus menampilkan potensi seni dan budaya setempat.

Sejumlah kesenian akan tampil di beberapa titik rute. Dari Sambirejo akan ditampilkan Jathilan Kudho Song Pace.

Wukirharjo menampilkan Tari Sembagi Aruntala, sedangkan Madurejo menghadirkan Tarian dan Karawitan Sanggar Jagadhita.

Berikutnya, Bokoharjo menyuguhkan Tari Edan-Edanan, Gayamharjo menampilkan Tari Jaran Gaul dan Menak Koncar dari Sanggar Mintorogo, sementara Sumberharjo menghadirkan Tari Sasmito Manunggal.

Keterlibatan warga tersebut menjadikan STR sebagai ruang pertemuan antara olahraga, pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Dari sisi penyelenggaraan, STR 2026 telah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia dan terdaftar di International Trail Running Association (ITRA). Event ini juga telah masuk dalam kalender lari internasional.

Peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain race pack, jersey resmi, BIB number, finisher medal, water station, dokumentasi foto, tim medis, fisioterapis, marshal, after race meal, serta hiburan.

Untuk hadiah, kategori 30K menyediakan Rp7 juta bagi juara pertama, Rp6 juta juara kedua, dan Rp5 juta juara ketiga.

Kategori 15K masing-masing Rp4 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta. Sedangkan kategori 7K menyediakan Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta.

Sleman Temple Run #11 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Dengan menggabungkan olahraga, cagar budaya, panorama alam, dan seni tradisi masyarakat, STR diharapkan semakin memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu destinasi sport tourism berbasis budaya. (atm)*

Dilarang

Baca Juga