Platinum

Jalan Kweni-Druwo Ditutup, Ini Jalur Alternatif Selama Proyek Jembatan

Wijatma T S
03 August 2026
.
Jalan Kweni-Druwo Ditutup, Ini Jalur Alternatif Selama Proyek Jembatan

Denah rekayasa lalu lintas. (PM-edit/dok. Humas Polres Bantul)

Patmamedia.com (BANTUL) – Satlantas Polres Bantul memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Kweni-Druwo dan Jalan Miri, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, mulai Senin (3/8/2026).

Penutupan dan pengalihan arus kendaraan ini dilakukan untuk mendukung pembangunan jembatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 Desember 2026.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan agar pekerjaan pembangunan jembatan dapat berlangsung aman sekaligus meminimalkan potensi kemacetan di sekitar lokasi proyek.

“Selama pekerjaan jembatan dilaksanakan, akan diberlakukan penutupan jalan pada ruas yang terdampak disertai pengalihan arus lalu lintas. Kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan rekayasa yang telah ditetapkan dan memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia,” kata Hidayanto, Senin (3/8/2026).

Rita menjelaskan, sejumlah jalur alternatif telah disiapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas kendaraan selama proyek berlangsung.

Kendaraan dari arah Simpang 4 Pelemsewu yang hendak menuju Jalan Miri ke arah barat akan dialihkan melalui Jalan K.H. Ali Maksum.

Sementara kendaraan dari arah Simpang 3 Pasar Niten yang akan menuju Jalan Miri ke arah timur diarahkan melintasi Jalan Pasar Niten.

“Rekayasa ini disusun agar arus kendaraan tetap berjalan lancar meskipun terdapat penutupan jalan di lokasi pekerjaan. Kami berharap para pengendara mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Selain mengikuti jalur pengalihan, masyarakat diminta mengutamakan keselamatan saat berkendara di sekitar kawasan proyek.

Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pekerjaan, serta menghindari ruas yang sedang dikerjakan apabila tersedia jalur lain.

Hidayanto menambahkan, dukungan dan kepatuhan masyarakat diperlukan agar pembangunan jembatan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas secara signifikan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama proses pekerjaan berlangsung. Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kepatuhan terhadap rekayasa lalu lintas menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung kelancaran pembangunan sekaligus menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan. (Wag)

Dilarang

Baca Juga