Platinum

Jangan Biarkan Dinpar 'Berteriak-teriak' Sendiri

Muh Sugiono
26 February 2022
.
Jangan Biarkan Dinpar 'Berteriak-teriak' Sendiri

Jajaran Redaksi Patmamedia dan Kadinpar Sleman siap bermitra. (PM/Muh Sugiono)

 

Sleman (PM) –Sektor pariwisata dan media massa merupakan dua mata tombak yang melesat berdampingan dan saling mengisi untuk satu tujuan yang sama, memajukan daerah. Pariwisata tanpa media massa, tidak akan terlihat apa-apa. Sebaliknya media massa bisa menggaet pembaca, salah satunya dengan menjual daya tarik destinasi wisata.

Setidaknya itulah benang merah yang dapat ditarik dari diskusi kecil antara jajaran redaksi Patmamedia.com dan Kepala Dinas Pariwisata (Kadinpar) Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono. MM. Diskusi itu terjadi dalam kesempatan audensi yang dilakukan Patmamedia  di Kantor Kadinpar Sleman, Jl. KRT Pringgodiningrat 13, Beran, Tridadi, Sleman, Jumat (25/2),

Ir. Suparmono mengungkapkan, sektor pariwisata itu pada dasarnya adalah bisnis kreatif sebagaimana media massa. Dimana pengembangannnya sangat tergantung oleh kreativitas para pengelola dalam mengemas dan menginformasikannya kepada masyarakat luas. Di situlah, demikian Suparmono, keterlibatan media massa dibutuhkan.

“Kami tidak mungkin berteriak-teriak sendiri tanpa bantuan media massa,” ungkapnya.

Kendati demikian, menurutnya harus diakui belum semua berita pariwisata bisa optimal memikat calon wisatawan untuk berkunjung. Kejelian memilih sudut pandang dan kreativitas redaksional menjadi kunci yang sangat menentukan sebuah tulisan pariwisata.

Jajaran redaksi patmamedia.com yang beraduiensi dengan Kepala Dinas Pariwisata Sleman , meliputi Direktur Pelaksana/Pemimpin Redaksi Dra. Esti Susilarti, MPd,M.Par dan Manajer Marketing  Nadi Mulyadi. Diterima dalam suasana rileks oleh Kadinpar Sleman Ir. Suparmono, MM dan  Sekretaris Dinas Pariwisata,  Eka Priastana Putra, SE, M.Si.

Esti Susilarti, sebagai wartawan yang sangat intens berkecimpung dalam upaya pengembangan pariwisata tanah air sesuai bidang ilmunya, mengaku akan terus melakukan berbagai inovasi untuk mempromosikan pengembangan pariwisata daerah. “Melalui Patmamedia.com, setidaknya kesempatan untuk berbuat sesuatu menjadi lebih besar,” ungkapnya,

Itu sebabnya, lanjur Esti Susilarti, Patmaedia.com dilahirkan bukan dengan cara asal-asalan. Media online yang diterbitkan  oleh PT Patma Media Nusantara ini selain hadir sesuai aturan Dewan Pers, juga akan terus berusaha keras agar menjadi media yang tidak sekadar dibaca, namun juga harus dapat dipercaya.

Sementara itu, Nadi Mulyadi selaku Manajer Marketing Patmamedia menyampaikan perlunya sebuah event wisata yang ramah biaya. Misalnya sebuah event yang melibatkan wisata industri kerajinan. “Kita cukup menyediakan tempat bagi perajin dan masyarakat  agar bisa bertemu dan bertransaksi.  Dan itu juga bisa menjadi sumber berita bagi media massa,”ujarnya. ***g

Griting

Baca Juga