.
Dari kampus ke desa. Mahasiswa STIPRAM belajar, mengabdi, dan bertumbuh bersama masyarakat Desa Wisata Kadisoro, Bantul. (PM-dok. STIPRAM)
Patmamedia.com (Bantul) — Sebanyak 21 mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wisata Kadisoro “Nyawiji Dadi Siji” atau yang akrab disebut Dewi Kajii, berlokasi di Desa Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan KKN ini berlangsung selama satu bulan, mulai 9 Januari hingga 9 Februari 2026, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus wahana pembelajaran sosial mahasiswa. Mengusung tema “Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal dan Inovasi Digital”, para mahasiswa didampingi oleh dua dosen pembimbing lapangan, Eko Haryanto dan Dwi Agus Kristianto.
Desa Wisata Kajii merupakan desa wisata berbasis masyarakat yang mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan dengan menjadikan edukasi ikan hias sebagai daya tarik utama. Berbagai varietas ikan hias unggulan seperti gold fish, molly, platy, guppy, hingga manfish menjadi ciri khas desa ini.
Selain itu, Dewi Kajii juga didukung beragam potensi lokal lain, mulai dari kelompok budidaya ikan konsumsi, dalang wayang kulit, sentra batik, sanggar topeng, kelompok kesenian gamelan, sentra pembuatan gamelan, komunitas sepeda onthel, hingga komunitas gerobak sapi.
Potensi tersebut menjadi landasan utama dalam pelaksanaan KKN mahasiswa STIPRAM agar program yang dijalankan tidak bersifat seremonial, melainkan selaras dengan kebutuhan dan karakter desa. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat langsung dalam pendampingan pengelolaan desa wisata, khususnya pada aspek kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penataan ruang publik, serta penguatan pelayanan wisata berbasis keramahan lokal.
Di bawah arahan Gema, Ketua Pengelola Dewi Kajii, mahasiswa juga membantu menyusun dan memetakan paket-paket wisata sebagai inovasi dari paket yang telah berjalan. Paket tersebut mencakup aktivitas edukasi, kuliner rumahan, serta kegiatan keseharian masyarakat yang berpotensi dikemas sebagai atraksi wisata edukatif. Pendataan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan paket wisata yang lebih terstruktur ke depan.
Sebagai bagian dari inovasi digital, mahasiswa turut menyiapkan video profil Dewi Kajii sebagai sarana promosi daring. Video tersebut direncanakan akan dipresentasikan bersamaan dengan peluncuran Angkringan Dewi Kajii secara digital, sebagai upaya memperkuat promosi desa wisata di platform online.
Interaksi dengan pengelola desa wisata dan pemuda setempat menjadi perhatian khusus dalam program KKN ini. Melalui diskusi santai dan partisipatif, mahasiswa mendorong keterlibatan aktif generasi muda sebagai aktor strategis dalam pengembangan pariwisata lokal, tidak sekadar sebagai tenaga pendukung, tetapi sebagai sumber ide, kreativitas, dan inovasi.
Pelaksanaan KKN ini mulai menunjukkan dampak awal yang positif, antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, tertatanya dokumentasi potensi desa, serta semakin terbukanya komunikasi antara pengelola desa wisata dan pemuda setempat. Meski bukan solusi instan, KKN diharapkan menjadi pemantik bagi proses pembangunan desa yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kewajiban akademik, KKN mahasiswa STIPRAM di Dewi Kajii menjadi ruang perjumpaan antara dunia perguruan tinggi dan realitas masyarakat desa. Mahasiswa belajar tentang kehidupan, kesederhanaan, serta makna kontribusi sosial, sementara desa menjadi ruang belajar yang hidup dan dinamis.
Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa pengembangan pariwisata di Dewi Kajii harus ditopang oleh terciptanya lingkungan yang kondusif melalui penerapan Sadar Wisata dan Sapta Pesona secara konsisten.
Harapannya, semangat kolaborasi yang terbangun selama KKN dapat terus berlanjut dan Dewi Kajii semakin berkembang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan potensi alam dan budaya, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kearifan lokal.***
Editor: Muh Sugiono