.
Polisi mengevakuasi korban Sumidah (76). (PM-ist)
Patmamedia.com (BANTUL) – Seorang lansia perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kalakan, Dusun Jambon RT 30, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Senin (27/4) sore. Korban diduga meninggal akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban bernama Sumidah (76), warga Kalakan, Argorejo, Sedayu, ditemukan dalam posisi telungkup di atas batu di tengah aliran sungai.
Kejadian bermula saat dua saksi, Parjio (60) dan Sumono (55), yang tengah mandi di sungai, melihat tubuh korban dalam kondisi tidak bergerak.
Menyadari adanya kejadian tersebut, keduanya segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan ke pihak berwenang.
“Korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia saat pertama kali ditemukan,” ujar Rita.
Petugas dari Polsek Sedayu bersama tim SAR DIY, Inafis Polres Bantul, serta relawan dan warga setempat langsung melakukan evakuasi.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan pemeriksaan awal.
Hasil pemeriksaan dari paramedis Puskesmas Sedayu I menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diduga meninggal mendadak akibat epilepsi yang kambuh, ditandai dengan kondisi lidah tergigit, adanya busa di hidung, serta tanpa adanya luka penganiayaan.
Keterangan serupa juga disampaikan Tim Inafis Polres Bantul yang memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal kurang dari enam jam sebelum ditemukan.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat epilepsi yang sudah lama diderita dan bersifat kambuhan.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan tidak akan menuntut atau mempermasalahkan lebih lanjut.
Polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), hingga melakukan olah TKP sebelum proses evakuasi dilakukan. (wag)
Editor: Wijatma TS