.
Wabup Danang Maharsa tengah memberi arahan dalam kegiatan orientasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK). (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) terus memperkuat strategi penanganan kemiskinan berbasis data dan partisipasi masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan orientasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kalurahan dan Padukuhan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Rabu (15/4).
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang juga menjabat Ketua TKPK Kabupaten Sleman menegaskan, orientasi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum reflektif untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah dijalankan dalam mengatasi kemiskinan hingga tingkat akar rumput.
Menurut Danang, permasalahan kemiskinan harus dipahami secara komprehensif dengan melihat kondisi riil di lapangan. Karena itu, orientasi dilakukan melalui diskusi langsung antara TKPK Kabupaten Sleman dengan TPK di tingkat kalurahan dan padukuhan guna mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi.
“Orientasi TPK ini harus dimaknai sebagai langkah awal untuk membangun pemahaman yang sama, bahwa tugas kita bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memastikan terjadinya perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepekaan para anggota TPK dalam membaca kondisi masyarakat secara objektif.
Hal ini, kata dia, harus didukung oleh data yang akurat, penentuan sasaran yang tepat, serta intervensi yang sesuai kebutuhan warga.
Lebih lanjut, Danang menegaskan, pendekatan berbasis data harus berjalan beriringan dengan pelibatan masyarakat.
Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai subjek dalam proses pembangunan.
“Di sinilah pentingnya pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat. Libatkan warga, dengarkan aspirasi mereka, dan jadikan mereka subjek dalam pembangunan, bukan sekadar objek,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat program penanggulangan kemiskinan. Dengan sinergi yang solid antar pemangku kepentingan, program yang dijalankan diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman. (atm)*