Pemkab Sleman Siapkan Dana Rp25–50 Juta per Padukuhan Mulai 2026
Wijatma T S
05 November 2025
.
Kepala BKAD Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., menyampaikan rencana pemberian dana pembangunan ke padukuhan di Sleman. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman berencana mengalokasikan dana sebesar Rp25 hingga Rp50 juta untuk setiap padukuhan mulai tahun anggaran 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di tingkat padukuhan.
Kebijakan ini disampaikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., dalam Pertemuan Rutin Selapanan (Rabu Legi) Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman “Cokro Pamungkas” yang digelar di GOR Kalurahan Condongcatur, Rabu (5/11/2025).
“Pemerintah Kabupaten Sleman berencana mengalokasikan dana sebesar kurang lebih Rp25 sampai Rp50 juta (yang masih dalam proses pembahasan) untuk setiap padukuhan di wilayah Kabupaten Sleman mulai tahun anggaran 2026,” ujar Abu Bakar.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2025–2030, yang berfokus pada pemerataan pembangunan hingga tingkat paling bawah.
Nantinya, setiap padukuhan akan diberi kewenangan untuk menentukan program prioritasnya sendiri sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
“Padukuhan diberi kesempatan menentukan programnya sendiri, namun harus disesuaikan dengan peruntukannya. Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan dana masih dalam proses penyusunan,” imbuhnya.
Pertemuan rutin yang diikuti 1.212 dukuh se-Kabupaten Sleman ini juga menghadirkan narasumber dari Dispertaru DIY dan Dispertaru Sleman, yang memberikan pembinaan terkait pemanfaatan tanah kalurahan serta tata kelola aset desa.
Ketua Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas, Sukiman Hadi Wijoyo, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai dukungan anggaran dari pemerintah akan memperkuat peran dukuh dalam melayani masyarakat.
“Dengan adanya program dana padukuhan ini, diharapkan pembangunan di tingkat bawah akan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, pada pertemuan kali ini Paguyuban juga menyerahkan penghargaan dan tali asih kepada tiga dukuh purna tugas, yaitu Marjiya (Dukuh Jatirejo Sendangadi Mlati), Bambang Suprasetyo (Dukuh Kenaruhan Donokerto Turi), dan Edi Wahyu Utomo (Dukuh Kejambon Lor Sinduadi Ngemplak).
Sebagai tuan rumah kegiatan, Koordinator Dukuh Kapanewon Depok, Ribut Suparman, A.Md., mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang membuat kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dukuh dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang tertib dan berkeadilan di Sleman,” ucapnya. (atm)