Platinum

Peran Koperasi Membangun Ekonomi Rakya

Muh Sugiono
13 July 2026
.
Peran Koperasi Membangun Ekonomi Rakya

Ki R. Bambang Widodo, S.Pd., M.Pd. (PM-Dokumen pribadi)

oleh: Ki Bambang Widodo

PERINGATAN Hari Koperasi Nasional tgl 12 April 2026  mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Jaya" merupakan wujud komitmen gerakan koperasi Indonesia untuk terus memperkuat peran koperasi dalam membangun perekonomian rakyat yang mandiri, inklusif dan berkelanjutan.

Pasal 33 UUD 1945 menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Dalam penjelasan Pasal 33 ditegaskan bahwa kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang dan bentuk usaha yang sesuai dengan itu adalah Koperasi.  Penjelasan tersebut menempatkan Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional dan merupakan bagian integral tata perekonomian  nasional.  Namun dalam perkembangannya ekonomi nasional dan global yang berjalan demikian cepat, pertumbuhan koperasi belum sepenuhnya menampakkan wujud dan perannnya sebagai dimaksud dalam UUD 1945.

Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta pernah menjelaskan tentang bahaya yang mengancam ekonomi rakyat dan bagaimana ekonomi rakyat harus bersatu dan mempersatukan diri  dalam organisasi koperasi sebagai bangun usaha yang sesuai dengan asas kekeluargaan. Hanya dalam asas kekeluargaan dapat diwujudkan prinsip  demokrasi ekonomi, yaitu produksi  dikerjakan oleh anggota, untuk anggota, sedangkan pengelolaannya dipimpin dan diawasi anggota koperasi itu sendiri.

Ekonomi rakyat adalah riil dan kongkrit,  negara kita  memiliki pertanian rakyat, perkebunan rakyat, perikanan rakyat, pertambangan rakyat, kerajinan dan industri rakyat serta yang teramat penting memiliki dan hidup dari pasar-pasar rakyat.

Keberadaan ekonomi rakyat justru tidak boleh dilihat dari segi pemihakan semata-mata, apalagi dari segi aktruisme-filantropis (sebagai kelengahan kultural atau disorientasi pemikiran ekonomi). Ekonomi rakyat rakyat justru mempunyai peran strategis di dalam sistem dan struktur ekonomi. Kemajuan dan perkembangan ekonomi haruslah untuk mendukung kemajuan harkat martabat rakyat. Dengan demikian yang dibangun adalah rakyat itu sendiri, bukan sekedar ekonominya.(Ki Prof. Sri-Edi Swasono, 2012) 

Kini koperasi telah mencapai usia 79 tahun, usia yang sdh cukup panjang. Namun apakah koperasi sudah berperan mencapai salah satu tujuan NKRI, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan tercapainya sila kelima Pancasila "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"??

Dari sinilah kita usaha mengembangkan paham ekonomi rakyat, bahwa dasar ekonomi kerakyatan adalah 'demokrasi ekonomi',  yaitu berdasarkan prinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. 
Koperasi merupakan tulang punggung perekonomian nasional berasaskan kekeluargaan dikembangkan dan ditingkatkan perannya dalam pembangunan nasional.

Sudah saatnya dari sisi Undang-Undang, Peraturan Menteri Koperasi dan penegakan hukum,  pemerintah lebih berani  membela hak hidup rakyat demi kesejahteraan rakat dan menolak neoliberalisme.

Sedangkan Koperasi perlu memperkuat diri dan mengembalikan  kepercayaan rakyat yang menjadi anggota koperasi sebagai basis kekuatan dan memulihkan citra dan menciptakan kepuasan dengan menyajikan unit usaha dan produk yang berkualitas sesuai kebutuhan anggota. Program kemitraan dan pengembangan tekonologi informasi sangat diperlukan dalam membangun ekonomi rakyat yang kokoh,  efisien dan efektif. 

Di samping itu koperasi harus dapat mengembangkan dan memperkuat jaringan kerjasama usaha antar koperasi, meningkatkan SDM yg berkualitas, konsisten dan konsekuen menjunjung tinggi moral jati diri bangsa Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945..

 Dengan semangat persatuan, kebersamaan, kekeluargaan, kreatif, inovatif dan komunikatif,  kita memperkokoh konsolidasi organisasi, memperluas kolaborasi usaha, serta mempertegas peran koperasi sebagai pilar utama demokrasi ekonomi dan kedaulatan ekonomi nasional.

Semoga peringatan Hari Koperasi Tahun 2026 ini bukan sekedar peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum sejarah bangkitnya gerakan koperasi Indonesa sebagai kekuatan ekonomi rakyat  yang modern, profesional, mandiri dan berdaya saing global.

*) Ki R. Bambang Widodo, S.Pd., M.Pd. Ketua Pengawas Koperasi Karyawan Majelis Luhur Tamansiswa "Sejahtera " Yogyakarta

Dilarang

Baca Juga