.
Kader Kesehatan Padukuhan Pringwulung. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Condongcatur melalui Pokja IV terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan kapasitas kader Posyandu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pembinaan Kader Kesehatan Padukuhan Pringwulung yang digelar di Pendopo RW 42 Padukuhan Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang diikuti kader kesehatan dan pengurus PKK Padukuhan Pringwulung ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Depok II, Pramidya Ujiana, SKM.
Materi yang diberikan berfokus pada 25 Keterampilan Dasar (KD) Kader Posyandu sebagai implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) Kementerian Kesehatan RI, yang bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di setiap tahap kehidupan.
Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin, mengapresiasi dedikasi para kader kesehatan yang selama ini menjadi mitra penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader kesehatan yang selama ini telah bekerja dengan penuh keikhlasan dan dedikasi. Semoga melalui pembinaan ini, PKK Padukuhan Pringwulung semakin maksimal dalam memberikan pelayanan kepada warga sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Ketua Pokja IV TP PKK Kalurahan Condongcatur, Tintrim Tri Pamungkas, SE, menegaskan kader kesehatan merupakan ujung tombak keberhasilan berbagai program kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi kader harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kader kesehatan adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Keberhasilan berbagai program kesehatan sangat bergantung pada dedikasi, kepedulian, serta kompetensi para kader. Karena itu TP PKK berkomitmen terus mendukung peningkatan kapasitas kader melalui pembinaan seperti ini," katanya.
Tintrim berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan Posyandu sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan berdampak pada terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, serta keluarga yang sejahtera.
Dalam sesi pembelajaran, Pramidya menjelaskan bahwa 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu menjadi kompetensi inti untuk mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer berbasis siklus hidup.
Materi mencakup pelayanan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak, remaja, usia produktif hingga lansia.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik penggunaan Kartu Bantu Posyandu dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Melalui praktik tersebut, kader dibekali kemampuan melakukan edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini faktor risiko, pencatatan, pelaporan, hingga pendampingan masyarakat sesuai standar pelayanan Posyandu.
Menurut Pramidya, keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan primer sangat bergantung pada peran aktif kader Posyandu sebagai mitra tenaga kesehatan.
"Melalui penguasaan 25 Keterampilan Dasar, kader diharapkan tidak hanya mampu memberikan pelayanan sesuai standar, tetapi juga menjadi edukator, motivator, dan penggerak masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat pada setiap siklus kehidupan," jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi kader akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari percepatan deteksi dini masalah kesehatan hingga peningkatan mutu layanan Posyandu.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif berdiskusi dan mempraktikkan materi.
Melalui pembinaan ini, TP PKK Kalurahan Condongcatur berharap sinergi antara PKK, Puskesmas Depok II, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Pemerintah Padukuhan Pringwulung, dan kader kesehatan semakin kuat dalam mewujudkan Posyandu yang aktif, berkualitas, serta mampu mendukung terwujudnya masyarakat Condongcatur yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (atm)