.
Ketua PMI Sleman, dr. Mafilindati Nuraini (tengah) menunjukkan laporan hasil audit, didampingi Sekretaris, Jazim Sumirat (kanan) dan pengurus lainnya. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Palang Merah Indonesia Sleman kembali mencatat capaian positif dalam pengelolaan keuangan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-11 kali secara berturut-turut.
Ketua PMI Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, menyampaikan capaian tersebut di Markas PMI Sleman, Rabu (1/7).
Ia menjelaskan, laporan keuangan dana masyarakat periode Juli–Desember 2025 telah diaudit oleh akuntan publik dan dinyatakan wajar sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia (ISAK 335).
“Opini WTP ini yang ke-11 kali berturut-turut. Ini menunjukkan konsistensi dalam akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, audit merupakan kewajiban yang harus dilakukan dan disampaikan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga sosial kemanusiaan.
Menurutnya, tradisi transparansi ini harus terus dijaga dalam pengelolaan anggaran yang berasal dari masyarakat.
PMI Sleman sendiri memiliki sejumlah unit layanan, seperti Unit Donor Darah (yang kini menjadi UPD), Klinik Pratama, Unit Diklat, serta Unit Posko 24 jam.
Seluruh unit tersebut berkontribusi dalam pelayanan kemanusiaan di Sleman.
Dana yang dikelola juga digunakan untuk mendukung kegiatan relawan, baik Tenaga Sukarela (TSR) dari masyarakat umum maupun Korps Sukarela (KSR) dari perguruan tinggi.
Selain itu, juga digunakan untuk rekrutmen relawan baru, pendidikan dasar PMR, hingga latihan gabungan penanggulangan bencana.
Sementara itu, Auditor Akuntan Publik, R Gati Reditya Saputra, melalui telepon WhatsApp menegaskan, PMI Sleman sebagai organisasi non-profit tetap wajib memberikan laporan transparansi karena mengelola dana pemerintah dan masyarakat.
Ia menyebutkan audit pengelolaan keuangan dan aset tahun 2025 telah dilakukan secara menyeluruh.
Dalam proses pemeriksaan, auditor menemukan adanya beberapa penyimpangan kecil, namun tidak berdampak signifikan terhadap pengelolaan keuangan maupun aset lembaga.
“Kami menggunakan standar akuntansi di Indonesia. Ada penyimpangan kecil, tetapi tidak menimbulkan risiko. Karena itu, PMI Sleman tetap layak mendapatkan opini WTP dan patut diapresiasi,” jelasnya. (atm)