.
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji (tengah) bersama dr. Dhyah Listya Palupi, Sp.A., (kiri) dalam podcast edukatif. (PM-ist))
Patmamedia.com (SLEMAN) – Program unggulan Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Condongcatur, DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), menjadi motor utama dalam upaya percepatan penurunan stunting berbasis keluarga.
Program ini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor bersama Rumah Sakit Condong Catur (RS CC) dalam podcast edukatif bertajuk “Sinergi Medis dan Strategi Wilayah: Upaya Terpadu Penurunan Stunting di Condongcatur”, Selasa (14/4/2026).
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji menegaskan, pendekatan berbasis keluarga melalui DASHAT tidak hanya berfokus pada bantuan makanan, tetapi juga edukasi pengolahan pangan lokal bergizi untuk menciptakan kemandirian masyarakat dalam mencegah stunting.
“Sinergi antara otoritas medis dan kebijakan anggaran di kalurahan adalah kunci. Kita tidak hanya memberikan bantuan makanan, tetapi juga memastikan sistem rujukan dari posyandu ke rumah sakit berjalan tanpa kendala,” ujarnya.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Angka stunting di Condongcatur berhasil ditekan dari 59 kasus pada 2024 menjadi 51 kasus di tahun 2025.
Penurunan ini didukung berbagai program strategis lain seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil berisiko, serta penguatan 40 posyandu yang melibatkan kader kesehatan tersertifikasi.
Dari sisi medis, dokter spesialis anak RS Condong Catur, dr. Dhyah Listya Palupi, Sp.A., menekankan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan dampak kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ia mengingatkan pentingnya intervensi sejak dini, mulai dari perencanaan kehamilan, pemenuhan nutrisi seperti asam folat dan zat besi, hingga pemberian ASI eksklusif dan MPASI bergizi seimbang.
“Tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap program posyandu. Karena itu, edukasi berkelanjutan dan pendekatan persuasif sangat penting,” ungkapnya.
Dalam penanganan kasus, sistem rujukan terintegrasi juga diterapkan, mulai dari deteksi dini di posyandu, pemeriksaan di puskesmas, hingga penanganan lanjutan di rumah sakit.
Sistem ini memastikan setiap anak mendapatkan layanan yang tepat dan terkoordinasi.
Melalui podcast ini, RS Condong Catur menegaskan perannya tidak hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi publik.
Masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan dan rutin mengikuti kegiatan posyandu sebagai langkah nyata menciptakan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting. (atm)