.
Sekolah Sampah menggandeng para guru PAUD dan TK, di PSM Kasturi Gempol, Condongcatur. (PM-atm)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Upaya mewujudkan Sleman bebas sampah kini makin kokoh dengan langkah edukasi berjenjang yang menyasar masyarakat hingga tenaga pendidik anak usia dini. Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman menggelar Sekolah Sampah selama dua hari, 2–3 Juli 2025, di PSM Kasturi Gempol, Condongcatur Depok Sleman.
Tak hanya melatih pengelola bank sampah di tingkat komunitas, kegiatan ini juga menggandeng puluhan guru PAUD dan TK agar semangat memilah sampah tumbuh sejak dini di rumah dan sekolah.
“Konsep Papah Sani ini mengajak guru menjadi agen perubahan, menanamkan praktik pilah sampah dan 3R secara kreatif kepada anak-anak,” tutur Isti Fajaroh, salah satu narasumber dalam sesi edukasi guru, Kamis (3/7/2025).
Hari pertama, pelatihan difokuskan kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) baru di Sleman, seperti bank sampah dan komunitas Sedekah Sampah. Materi pemilahan sampah dan pembukuan administrasi sederhana diberikan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan.
Ibu Yeni Marta menekankan pentingnya memahami rantai pengelolaan sampah yang tepat, mulai dari sumber hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), termasuk persoalan food waste yang kini makin memprihatinkan. Sesi kemudian dilanjutkan oleh Yanti Herawati yang membahas teknik pencatatan setoran sampah hingga laporan keuangan bank sampah.
Pada hari kedua, giliran para guru PAUD dan TK se-Kapanewon Depok yang diajak mendalami konsep Papah Sani (Pilah Sampah Sejak Dini). Mereka dikenalkan metode 5M dan 3R, serta inspirasi membuat media pembelajaran berbasis sampah daur ulang.
Diskusi hangat mengalir saat peserta berbagi pengalaman dan ide kreatif untuk mengintegrasikan edukasi lingkungan dalam kegiatan belajar-mengajar.
Koordinator Program Sedekah Sampah JPSM Sehati Sleman, Ani Sumiarti, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.
“Semoga ke depan semakin banyak edukasi berkelanjutan agar setiap orang bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya,” ujarnya.
Kegiatan ini didukung Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY serta Dinas Lingkungan Hidup Sleman. Melalui edukasi yang menyasar komunitas akar rumput hingga dunia pendidikan, gerakan pilah sampah tak lagi sebatas slogan, melainkan aksi nyata menuju Sleman yang bersih dan lestari.(atm)