Platinum

Sleman Jadi Primadona Wisata Nataru 2025/2026, Kunjungan Lampaui Daerah Lain di DIY

Wijatma T S
01 January 2026
.
Sleman Jadi Primadona Wisata Nataru 2025/2026, Kunjungan Lampaui Daerah Lain di DIY

Kadispar Sleman, Edy Winarya, didampingia Kasi Analisa Pasar dan Informasi Pariwisata, Kus Endarto (tengah)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pergerakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menunjukkan tren positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sleman mencatat jumlah kunjungan wisatawan tertinggi dibanding kabupaten/kota lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya menyampaikan, Kamis (1/1/2026), selama periode 15–31 Desember 2025 hingga 1–5 Januari 2026, total kunjungan wisatawan ke Sleman mencapai 437.213 orang.

“Data ini menunjukkan bahwa Sleman masih menjadi destinasi utama wisatawan selama libur Nataru, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional,” ungkapnya.

Lonjakan kunjungan terlihat signifikan pada akhir pekan. Pada Sabtu (20/12) tercatat 27.734 wisatawan, sementara Minggu (21/12) melonjak hingga 42.416 wisatawan.

Puncak kunjungan terjadi bertepatan dengan libur Natal, yakni Kamis (25/12) sebanyak 56.935 wisatawan, disusul Sabtu (27/12) dengan 59.279 kunjungan.

Menurut Edy, tingginya minat wisatawan ke Sleman tidak lepas dari keragaman destinasi yang dimiliki, mulai dari wisata alam lereng Merapi, desa wisata, wisata budaya, hingga destinasi keluarga dan edukasi.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di DIY, jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman berada di atas kabupaten tetangga.

Kabupaten Gunungkidul mencatat total 286.514 kunjungan, disusul Kabupaten Bantul dengan 132.018 wisatawan, dan Kabupaten Kulon Progo sebanyak 42.117 kunjungan.

Sementara itu, Kota Yogyakarta mencatat angka kunjungan tertinggi secara keseluruhan dengan total 897.862 wisatawan, didorong oleh padatnya aktivitas wisata perkotaan, pusat belanja, serta event akhir tahun.

“Secara regional, pergerakan wisatawan di DIY selama Nataru sangat menggembirakan. Sleman berkontribusi besar terhadap capaian tersebut dan ini menjadi indikator kuat pemulihan serta daya saing pariwisata daerah,” tambah Edy.

Dispar Sleman menilai capaian ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, dan pengelola destinasi wisata. (atm)


 

Dilarang

Baca Juga