Platinum

Syawalan SD Muhammadiyah Lemahdadi: Amalan Baik Tak Boleh Berhenti Usai Ramadhan

Wijatma T S
14 April 2026
.
Syawalan SD Muhammadiyah Lemahdadi: Amalan Baik Tak Boleh Berhenti Usai Ramadhan

Penceramah utama, Suyitno, tengah menyampaikan tausyiah di halaman SD Unggulan Muhammadiyah Lemahdadi. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) — Amalan kebaikan yang telah dijalani selama bulan suci Ramadhan tidak boleh berhenti begitu saja. 

Pesan ini menjadi inti tausyiah dalam kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal yang diselenggarakan SD Unggulan Muhammadiyah Lemahdadi, Sleman, Minggu (12/4/2026), dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Penceramah utama, Suyitno, menegaskan pentingnya menjaga istiqomah dalam beribadah dan berbuat baik meskipun Ramadhan telah berlalu. 

Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam menjalani bulan suci sejatinya diukur dari konsistensi amalan setelahnya.

“Ramadhan adalah madrasah pembentukan karakter. Jangan sampai semangat ibadah menurun setelahnya. Justru di bulan-bulan berikutnya kita diuji untuk tetap konsisten dalam kebaikan,” ujarnya di hadapan kepala sekolah, dewan guru, wali murid, dan siswa yang hadir.

Ia juga mengajak seluruh peserta memahami makna Syawalan sebagai momentum membersihkan hati melalui saling memaafkan, sekaligus memperkuat nilai-nilai pendidikan Islam di lingkungan keluarga dan sekolah sebagai fondasi membentuk generasi berakhlak mulia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Ali Imran ayat 133-134 oleh siswa. 

Ayat tersebut mengandung pesan tentang pentingnya bersegera dalam kebaikan, menahan amarah, dan memaafkan sesama.

Suasana semakin haru saat perwakilan wali murid, Eri Nuryani, membacakan ikrar Syawalan yang berisi permohonan maaf serta harapan mempererat hubungan antara orang tua dan pihak sekolah. 

Ikrar tersebut kemudian dijawab oleh Drs. H. Mujana dengan ajakan menjaga kebersamaan dan memperkuat ukhuwah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang khusyuk, dilanjutkan halal bihalal sebagai simbol saling memaafkan. 

Kebersamaan kian terasa hangat saat seluruh peserta menikmati hidangan soto bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendidik generasi yang cerdas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam, serta tetap istiqomah dalam amalan baik sepanjang waktu.

Dilarang

Baca Juga