Platinum

Usai Libur Nataru, Harga Sembako di Sleman Turun, Cabai Rawit Anjlok Hampir 15 Persen

Wijatma T S
09 January 2026
.
Usai Libur Nataru, Harga Sembako di Sleman Turun, Cabai Rawit Anjlok Hampir 15 Persen

Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, tengah mengunjungi lapak komoditas hortikultura. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Harga komoditas barang kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman menjelang akhir pekan pada minggu kedua Januari 2026 secara umum mengalami penurunan dibandingkan minggu pertama. 

Turunnya harga mayoritas komoditas ini dipengaruhi oleh menurunnya permintaan masyarakat setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Fitriana Nurhayati memaparkan, sejumlah komoditas utama mengalami koreksi harga. 

Beras premium tercatat turun 0,41 persen dari Rp15.313 menjadi Rp15.250 per kilogram, sementara beras medium turun 0,19 persen dari Rp12.257 menjadi Rp12.233 per kilogram.

Harga minyak goreng Minyakita juga ikut terkoreksi sebesar 0,44 persen, dari Rp17.652 menjadi Rp17.575 per liter. 

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi relatif stabil di kisaran Rp139 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam broiler turun cukup signifikan, yakni 3,48 persen dari Rp37.946 menjadi Rp36.625 per kilogram, dan telur ayam ras turun 2,77 persen dari Rp29.750 menjadi Rp28.925 per kilogram.

Penurunan paling mencolok terjadi pada komoditas hortikultura. Cabai rawit merah anjlok hingga 14,93 persen dari Rp49.929 menjadi Rp42.475 per kilogram. 

Cabai merah besar turun 8,98 persen dari Rp54.224 menjadi Rp50.714 per kilogram. Bawang merah juga turun 3,95 persen dari Rp45.625 menjadi Rp43.825 per kilogram.

Sementara itu, bawang putih honan justru mengalami kenaikan sebesar 5,12 persen dari Rp32.250 menjadi Rp33.900 per kilogram.

“Harga komoditas ini dapat dipantau secara berkala melalui laman hargapangan.slemankab.go.id,” jelas Fitriana.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi menambahkan, dari sisi produksi tanaman cabai di wilayah Sleman saat ini kurang optimal akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, hujan dan panas silih berganti.

“Namun demikian, Sleman mendapat pasokan cabai dari beberapa daerah sentra yang cukup melimpah, sehingga secara umum harga cabai justru mengalami penurunan,” terang Mae di Sleman, Jumat (9/1/2026).

Mae juga menjelaskan, kenaikan harga bawang putih sejak awal Januari 2026 disebabkan oleh faktor pasokan impor dari negara asal, yakni China. Pasokan bawang putih yang beredar di tingkat pedagang saat ini masih didominasi stok lama.

Adapun penurunan harga bawang merah dipicu oleh mulai masuknya masa panen di sejumlah daerah sentra produksi di Pulau Jawa, seperti Brebes, Ponorogo, Tulungagung, dan Kulon Progo, yang membuat stok melimpah di pasaran.

“Berdasarkan perhitungan pasokan barang kebutuhan pokok pada akhir Desember 2025, pasokan untuk bulan Januari 2026 berada dalam kondisi aman,” pungkas Mae. (atm)


 

Dilarang

Baca Juga