.
Wabup Danang Maharsa (tengah) memberikan keterangan seputar persiapan Pemkab menghadapi liburan lebaran. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, baik dari sisi ketersediaan bahan pokok, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan sektor pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Danang saat memberikan keterangan pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (11/3/2026) petang.
Menurutnya, persiapan menghadapi Lebaran telah dilakukan jauh-jauh hari oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Mengingat Idul Fitri merupakan agenda tahunan, pemerintah daerah telah memiliki pola antisipasi yang matang, terutama untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
“Dari hasil survei dan monitoring di pasar-pasar besar di Kabupaten Sleman, ketersediaan bahan pokok masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran,” ujar Danang.
Ia mengakui, kenaikan harga pada sejumlah komoditas memang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan karena lonjakan permintaan. Namun pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif, salah satunya dengan menggelar pasar murah di sejumlah kapanewon.
Selain itu, Pemkab Sleman juga memastikan pasokan energi seperti BBM dan LPG tetap aman. Bahkan, pemerintah daerah telah mengajukan tambahan kuota LPG untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
“Harapan kami masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu melakukan belanja berlebihan karena stok kebutuhan di Sleman kami pastikan aman,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Sleman juga menyiapkan strategi khusus menghadapi lonjakan arus mudik.
Berdasarkan perkiraan pemerintah daerah dan kepolisian, jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 8 juta orang.
Jumlah tersebut bahkan lebih besar dibandingkan total penduduk DIY, sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.
Selain arus mudik, pemerintah juga mengantisipasi lonjakan wisatawan.
Hingga Maret 2026, pergerakan wisata di Sleman tercatat telah mencapai sekitar 955 ribu kunjungan sejak awal tahun, dengan 98 persen di antaranya merupakan wisatawan nusantara.
Sementara selama libur panjang Lebaran pada 14–29 Maret mendatang, jumlah pergerakan wisatawan diperkirakan mencapai antara 250 ribu hingga 400 ribu orang yang akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Sleman.
“Kondisi ini tentu menjadi peluang meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata, hotel, kuliner, dan sektor pendukung lainnya,” jelas Danang.
Meski demikian, lonjakan wisatawan juga memerlukan pengelolaan yang matang, terutama terkait lalu lintas dan penanganan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiapkan skema pembersihan intensif karena diperkirakan terjadi peningkatan produksi sampah selama masa liburan.
Pemerintah daerah juga telah mendirikan sejumlah posko pelayanan dan pengamanan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik maupun wisatawan yang datang ke Sleman.
Sementara itu, Dinas Pariwisata telah diminta menyiapkan destinasi wisata agar siap menerima kunjungan wisatawan, termasuk memastikan tidak terjadi praktik harga tidak wajar atau “nuthuk” terhadap wisatawan.
Danang menambahkan, lonjakan wisata biasanya mulai terasa sekitar tiga hari setelah Lebaran, ketika masyarakat selesai bersilaturahmi dan mulai melakukan aktivitas rekreasi.
“Atas arahan Bupati Sleman, seluruh OPD diminta menyiapkan langkah sesuai tugas masing-masing agar pelaksanaan Idul Fitri di Sleman berjalan lancar, aman, dan masyarakat dapat merayakannya dengan nyaman,” pungkasnya. (atm)