.
Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Drs. Muhamad Aji Wibowo, M.Si. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Sebanyak 38 putra-putri terbaik Kabupaten Sleman terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman 2026. Mereka tidak hanya disiapkan untuk mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mengemban peran sebagai Duta Pancasila.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman, Drs. Muhamad Aji Wibowo, M.Si., di Aula Unit 1 Kesbangpol, Selasa (11/8).
Aji mengatakan, proses pembentukan Paskibraka Sleman 2026 telah melalui rangkaian panjang dan seleksi berlapis. Seleksi dimulai sejak pendaftaran pada Maret 2026 dan melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Sleman.
“Seleksi Paskibraka tidak semata-mata mencari peserta dengan kemampuan fisik terbaik. Kami juga mencari generasi muda yang memiliki karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila,” kata Aji.
Tercatat 308 siswa mendaftar, terdiri atas 168 putra dan 140 putri. Dari jumlah tersebut, 162 peserta dinyatakan lolos persyaratan fisik dan administrasi serta berasal dari 42 sekolah di Sleman. Mereka kemudian mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Tahapan seleksi meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), kesehatan, kesamaptaan, dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Menurut Aji, rangkaian tersebut dirancang untuk memastikan Paskibraka yang terpilih memiliki kemampuan yang utuh, baik secara fisik maupun karakter.
“Paskibraka harus memiliki karakter yang kuat, disiplin, mampu bekerja dalam tim, bertanggung jawab, serta memiliki pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Dari seluruh rangkaian seleksi kemudian terpilih 46 calon Paskibraka. Sebanyak 16 peserta diajukan untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional.
Hasilnya cukup membanggakan. Sebanyak tujuh wakil Sleman berhasil lolos pada tingkat Provinsi DIY. Bahkan, satu peserta, yakni Ahmad Raditya dari SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, berhasil lolos hingga tingkat nasional.
“Capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sleman. Ini menunjukkan pembinaan generasi muda di daerah mampu melahirkan putra-putri yang berprestasi dan memiliki daya saing hingga tingkat nasional,” kata Aji.
Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, ditetapkan 38 Paskibraka Kabupaten Sleman 2026 yang terdiri atas 19 putra dan 19 putri.
Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibandingkan 2025 yang mencapai 74 anggota. Namun, Aji menegaskan, jumlah bukan menjadi ukuran utama.
“Yang terpenting bukan jumlahnya, tetapi kualitas. Kami ingin mendapatkan anggota Paskibraka yang memenuhi standar kompetensi, memiliki karakter kuat, disiplin, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Para Paskibraka terpilih menjalani pemusatan pelatihan sejak 21 Juli hingga 13 Agustus 2026. Pelatihan mencakup Peraturan Baris-Berbaris, tata upacara, kedisiplinan, ketahanan fisik dan mental, kepemimpinan, kerja sama tim, wawasan kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila.
“Pemusatan pelatihan menjadi tahap penting untuk mempersiapkan kesiapan fisik dan mental sekaligus membangun kekompakan seluruh anggota,” kata Aji.
Setelah itu, para calon Paskibraka memasuki masa karantina pada 14–18 Agustus 2026. Mereka dijadwalkan dikukuhkan sebagai Paskibraka Kabupaten Sleman 2026 pada 15 Agustus.
Aji menekankan, menjelang pelaksanaan tugas pada 17 Agustus, kesiapan seluruh anggota menjadi perhatian utama.
“Kesiapan fisik, mental, kekompakan, kedisiplinan, serta ketepatan dalam setiap rangkaian gerakan menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas upacara, Aji menyebut para Paskibraka memiliki peran yang lebih luas sebagai Duta Pancasila.
“Paskibraka bukan sekadar pengibar bendera, tetapi Duta Pancasila,” tegasnya.
Karena itu, setelah menjalankan tugas pada 17 Agustus, para anggota Paskibraka diharapkan tetap menjadi teladan bagi generasi muda dan turut membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai tersebut, kata Aji, tidak cukup hanya dipahami sebagai materi pembelajaran. Pancasila harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari melalui gotong royong, toleransi, persatuan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Peran mereka bukan hanya memiliki kemampuan melaksanakan tugas kenegaraan, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Menurut Aji, perjalanan menjadi Paskibraka merupakan proses pembentukan karakter yang panjang.
“Menjadi seorang Paskibraka bukanlah sekadar mengenakan seragam dan menjalankan tugas upacara. Di baliknya terdapat proses panjang yang menuntut disiplin, ketangguhan, tanggung jawab, kerja sama, nasionalisme, dan keteladanan,” jelasnya.
Pada 17 Agustus 2026, ke-38 Paskibraka Sleman akan mengemban tugas utama dalam pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sehari setelahnya, mereka dijadwalkan diterima Gubernur DIY di Bangsal Kepatihan.
Aji berharap pengalaman sebagai Paskibraka tidak berhenti setelah tugas kenegaraan selesai. Ke-38 putra-putri terpilih itu diharapkan terus membawa semangat Pancasila dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Mereka bukan hanya dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga untuk terus membawa semangat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” pungkas Aji. (atm)