Platinum

Condongcatur Gandeng RSCC Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD Hadapi Anak Berkebutuhan Khusus

Wijatma T S
07 October 2025
.
Condongcatur Gandeng RSCC Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD Hadapi Anak Berkebutuhan Khusus

Peserta pelatihan penanganan anak berkebutuhan khusus antusias mengikuti kegiatan. (PM-wasana)

Patmamedia.com (SLEMAN) - Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggandeng Rumah Sakit Condongcatur (RSCC) untuk meningkatkan kompetensi 50 pendidik PAUD melalui pelatihan tentang penanganan anak berkebutuhan khusus dan pembelajaran inklusif, Selasa (7/10/2025).

Kamituwa Condongcatur Al Thouvik Sofisalam, A.Md menyebut pendidik PAUD dituntut memiliki jiwa inovatif tinggi karena beban mendidik anak usia dini semakin kompleks.

“Selain menghadapi meningkatnya kasus anak berkebutuhan khusus (ABK), guru juga harus menanamkan karakter baik sejak dini. Kami mendorong lembaga PAUD mengembangkan lingkungan ramah anak dengan alat permainan edukatif yang sesuai kebutuhan,” ujar Thouvik.

Ia menekankan, lingkungan yang aman dan nyaman akan membantu perkembangan kognitif, motorik, sosial, serta kreativitas anak secara optimal.

Narasumber pertama dari RSCC, Sri Syamsiah, Amd.OT., S.Psi, menyampaikan materi tentang Edukasi Anak dengan ADHD di Lingkungan PAUD. Ia menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi cepat agar anak mendapatkan penanganan tepat. 

“Guru PAUD diharapkan mampu melakukan deteksi awal dan berkomunikasi dengan orang tua. Misalnya, gunakan kalimat singkat, beri waktu khusus sebelum sesi kelas, agar anak lebih fokus,” jelasnya.

Sesi berikutnya diisi Nurul Iva F., Amd.TW, terapis wicara RSCC, yang menyoroti pentingnya deteksi dini keterlambatan bicara (speech delay). 

Menurutnya, keterlambatan wicara bisa berdampak pada kemampuan kognitif dan sosial-emosional anak.

“Pola asuh di rumah dan di sekolah sebaiknya selaras. Komunikasi antara guru dan orang tua menjadi kunci dalam menstimulasi perkembangan wicara anak,” ujarnya.

Sementara itu, Reni Lestari, Ketua Paguyuban PAUD Condongcatur, menambahkan pentingnya pembelajaran mendalam dengan model berdiferensiasi. 

“Pembelajaran mendalam harus berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Guru bisa memanfaatkan bahan alam sederhana untuk menumbuhkan kreativitas anak,” katanya.

Dalam arahannya, Bunda PAUD Condongcatur Dewi Nurlaila, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada para pendidik PAUD nonformal yang terus mendukung program Pemkal. 

Ia juga berterima kasih kepada RSCC atas kontribusinya dalam kegiatan peningkatan kompetensi ini.

Sementara Penilik PAUD Kapanewon Depok, Sih Ngatini, S.Pd., M.Pd., mengingatkan pentingnya penyesuaian kurikulum sesuai regulasi terbaru.

“Menjadi pendidik PAUD adalah profesi mulia yang menuntut kesabaran dan keikhlasan. Kami berharap seluruh lembaga SPS di Condongcatur segera menyesuaikan kurikulumnya dengan ketentuan dinas pendidikan,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah kalurahan, RSCC, dan lembaga PAUD, Condongcatur menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, ramah anak, dan berdaya dukung bagi perkembangan optimal setiap anak.

Dilarang

Baca Juga