.
Wabup Danang Maharsa menyerahkan sertifikat pengukuhan kepada perwakilan Kader Pancasila. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan, nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai materi pelatihan atau diskusi. Nilai luhur tersebut harus diwujudkan dalam sikap aparatur dan setiap kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Danang saat mengukuhkan Kader Pancasila dalam Workshop Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Berbasis Kalurahan Berkarakter Pancasila yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman di Ayem Ayem Coffee, Rabu (12/8/2026).
Menurut Danang, keberhasilan kaderisasi Pancasila justru terlihat dari bagaimana aparatur kalurahan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat.
“Pancasila jangan hanya dipahami dalam ruang pelatihan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Danang.
Ia mengingatkan perangkat kalurahan memiliki tanggung jawab moral yang besar karena berada di garis terdepan pelayanan masyarakat. Setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan kepentingan dan keadilan bagi seluruh warga.
Danang secara khusus menyoroti penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, bantuan harus diberikan secara tepat dan adil sebagai bentuk nyata penerapan sila kelima Pancasila tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain keadilan sosial, Danang meminta aparatur kalurahan mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. Pelayanan kepada masyarakat juga harus dilandasi nilai kemanusiaan serta diberikan tanpa membeda-bedakan warga.
“Perangkat kalurahan merupakan pemomong masyarakat. Karena itu, setiap pelayanan dan kebijakan harus mencerminkan nilai kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Sleman mengukuhkan 50 Kader Pancasila dari unsur pemerintah kalurahan, lembaga kalurahan, dan tokoh masyarakat di Sendangsari, Trimulyo, serta Bokoharjo.
Kepala Badan Kesbangpol Sleman Muhamad Aji Wibowo menyampaikan, program Kalurahan Berkarakter Pancasila telah dirintis sejak 2018. Hingga 2025, sebanyak 35 kalurahan telah terbentuk. Pada 2026, Pemkab Sleman menambah enam lokasi baru sehingga totalnya mencapai 41 kalurahan.
Melalui workshop tersebut, para kader diharapkan tidak sekadar memahami Pancasila secara konseptual, tetapi mampu menjadi penggerak pengamalan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial di lingkungan masing-masing. (atm)