Platinum

Grojogan Watu Purba, Terlalu Indah untuk Berduaan

Muh Sugiono
14 February 2026
.
Grojogan Watu Purba, Terlalu Indah untuk Berduaan

Temiasnya sampai ke hati. Grojogan Watu Purba, tempat air jatuh berlapis hingga waktu terasa melambat. (PM-Muh Sugiono)

Patmamedia.com (SLEMAN) — Air jatuh berlapis-lapis dari sabo dam setinggi 7 meter. Suaranya memantul di antara pepohonan, menggulung bersama angin yang membawa percikan halus sampai ke wajah pengunjung. Di tepi aliran itu, pasangan duduk berdampingan, kaki mereka menyentuh air jernih yang mengalir dari hulu Gunung Merapi.

Itulah suasana di Grojogan Watu Purbo, Dusun Bangunrejo, Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman.

Destinasi ini terbentuk dari enam sabo dam bertingkat yang menciptakan air terjun berundak. Struktur beton yang biasanya identik dengan pengendali lahar justru menjelma lanskap eksotis. Air mengalir deras, tetapi tetap ramah untuk dinikmati. Batu-batu besar menjadi tempat duduk alami. Pohon-pohon tinggi merapatkan cahaya. Udara terasa lebih dingin dibanding kawasan sekitarnya.

Sebelum pandemi, Grojogan Watu Purba  pernah viral dan diresmikan Bupati Sleman Sri Purnomo pada 2020. Sempat vakum, kini destinasi ini kembali hidup. Tiket masuknya Rp5.000, tidak termasuk parkir.

“Wisatawan lokal maupun luar kota sudah mulai berdatangan. Ramai setiap Sabtu dan Minggu, hingga para pedagang makanan di lokasi wisata juga bisa ikut panen,” ujar Kirno, salah satu pengelola, Jumat (13/2/2026).

Bagi banyak pengunjung, daya tarik Watu Purba itu sederhana: suara air yang konstan, angin lembap yang menenangkan, dan ruang terbuka yang tidak terlalu padat. Tempat ini pas untuk keluarga, tetapi juga menghadirkan sudut-sudut tenang untuk duduk berdua tanpa gangguan.

Raihan, wisatawan asal Batam, menyebut lokasi ini unik. “Cocok buat ngongki-nongki menikmati jernihnya air sungai,” katanya.

Kirno berharap, kebangkitan Grojogan Watu Purba bisa ikut menggerakkan ekonomi warga. Warung kecil mulai buka, pengunjung kembali berdatangan, dan kawasan yang sempat sunyi ini bisa kembali berdenyut.

Grojogan Watu Purba bukan hanya tentang air terjun bertingkat. Tapi juga tentang percikan yang melayang sampai jauh, tentang duduk berlama-lama tanpa tergesa, tentang dua orang yang memilih diam sambil memandangi air yang terus jatuh.

Dengan nada kelakar, seorang pengunjung bahkan menyebut destinasi tersembunyi di Sleman ini sebagai tempat yang terlalu indah untuk sekadar singgah. "Terlalu tenang untuk tergesa pulang, dan mungkin terlalu syahdu untuk pacaran," ucapnya sambil tergelak ***

Dukungan

Baca Juga