.
Bupati Hrda Kiswaya memberi sambutan pada Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman di kawasan Museum Gunungapi Merapi (MGM), Kapanewon Pakem, Sabtu (1/8/2026). (PM-ist.)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Penguatan mental dan spiritual masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk membangun Sleman yang tangguh menghadapi perubahan zaman.
Hal tersebut disampaikan Harda saat menghadiri Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman di kawasan Museum Gunungapi Merapi (MGM), Kapanewon Pakem, Sabtu (1/8/2026) pagi.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah dari tingkat daerah hingga cabang tersebut berlangsung semarak.
Ribuan jemaah turut memadati lokasi untuk mengikuti pengajian yang menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo periode 2010-2015, Dr. Ahmad Munir, sebagai penceramah.
Harda mengapresiasi penyelenggaraan Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjadi benteng moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika sosial.
“Pengajian bukan hanya sarana menambah ilmu agama, tetapi juga memperkuat karakter, membentengi diri dari pengaruh negatif, serta mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Harda.
Ia menilai pembangunan mental dan spiritual perlu berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Masyarakat yang memiliki ketahanan moral dan spiritual diyakini akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan serta perubahan yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem sekaligus tuan rumah kegiatan, R. Agung Nugroho, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Sleman serta antusiasme warga Muhammadiyah dan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Agung berharap momentum Hari Bermuhammadiyah dapat semakin mempererat silaturahmi antarwarga Muhammadiyah sekaligus memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi masyarakat Sleman.
Besarnya antusiasme jemaah bahkan terlihat dari persediaan konsumsi yang disiapkan panitia. Sebanyak 7.000 snack yang disediakan ternyata tidak mencukupi kebutuhan jemaah.
“Kita siapkan tujuh ribu snack, dan ternyata kurang. Berarti jumlah yang hadir saat ini lebih dari tujuh ribu jamaah,” kata Agung.
Selain pengajian, PCM Pakem juga menghadirkan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan Hari Bermuhammadiyah. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi bazar UMKM, aksi sosial donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga gelar potensi.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan nilai keagamaan, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, pelayanan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, semangat bermuhammadiyah diharapkan semakin memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat Sleman, baik dalam aspek spiritual, sosial maupun ekonomi. (atm)*