HUT Sleman

Harga Pangan Sleman Stabil, Cabai Merah Keriting Naik Hampir 20 Persen

Wijatma T S
25 May 2026
.
Harga Pangan Sleman Stabil, Cabai Merah Keriting Naik Hampir 20 Persen

Kepala Disperindag Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T. (kiri)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman pada pekan keempat Mei 2026 terpantau cukup terkendali. 

Namun, harga cabai merah keriting mengalami lonjakan paling tinggi hingga hampir 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak curah, tepung terigu, dan daging sapi masih relatif stabil berdasarkan hasil pemantauan di delapan pasar rakyat.

“Berdasarkan data pantauan kami, stabilitas harga pangan di Sleman pada minggu ke-4 bulan Mei dibandingkan minggu ke-3 bulan Mei tahun 2026 cukup terjaga dengan mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak curah, tepung terigu dan daging sapi terpantau stabil,” ujar Mae Rusmi di Sleman, Senin (25/5/2026).

Pemantauan harga dilakukan rutin oleh tim harga pangan Disperindag Sleman di Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok, dan Pasar Cebongan.

Meski kondisi umum relatif aman, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga. 

Cabai merah keriting menjadi penyumbang kenaikan tertinggi sebesar 19,58 persen. 

Selain itu, Minyakita naik 5,17 persen, bawang merah 2,41 persen, cabai rawit merah 1,5 persen, serta cabai merah besar 0,85 persen.

Kenaikan juga terjadi pada minyak kemasan premium sebesar 0,56 persen, kedelai impor 0,13 persen, dan kedelai lokal 0,11 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga. 

Bawang putih honan turun 1,97 persen, disusul daging ayam ras turun 0,61 persen. 

Harga cabai rawit hijau, bawang putih kating, dan telur ayam ras juga menurun, dengan harga telur ayam ras kini berada di angka Rp25.375 per kilogram.

Mae Rusmi menegaskan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, dan pelaku logistik guna menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, Disperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan intervensi melalui kegiatan operasi pasar. Ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran. Kami terus melakukan pemantauan di 8 pasar tradisional, khususnya dalam ketersediaan dan harga Minyakita,” pungkasnya. (atm)*

HUT Sleman

Baca Juga