.
Salah seorang pelajar mendapat giliran perekaman data dan pemotretan untuk membuat KTP Elektronik. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Suasana berbeda terasa di ruang pelayanan umum Kantor Kapanewon Depok, Sleman, Kamis dan Jumat, 10–11 Juli 2025. Anak-anak muda berpakaian kasual tampak mengantre dengan rapi, menunggu giliran untuk melakukan perekaman data KTP elektronik. Mereka adalah bagian dari peserta program Jebol Target (Jemput Bola Pemutakhiran Data KK dan KTP Elektronik) edisi khusus libur sekolah, sebuah inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang menyasar para pemula wajib KTP usia 17 tahun di tahun 2025.
Bagi sebagian remaja, ulang tahun ke-17 adalah momen istimewa yang dinanti-nanti. Di Kapanewon Depok, momen ini menjadi lebih bermakna karena mereka akan menerima "kado" yang sangat penting sebagai tanda kedewasaan: Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.
“Misalnya ada warga yang menurut hitungan kalender baru berusia 17 tahun pada 11 September 2025 mendatang, tetap dapat melakukan perekaman data pada kegiatan ini. KTP akan kita cetak dan diberikan nanti, tepat di tanggal ulang tahunnya sebagai ‘kado’ usia 17 tahun,” ujar Ginoviva Rully Sri Sulistyaningyas, SH, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, yang juga menjadi penanggung jawab program ini.
Program ini adalah tindak lanjut dari data By Name By Address (BNBA) wajib KTP dari Dinas Dukcapil Sleman, yang kemudian didistribusikan ke tiga kalurahan di wilayah Kapanewon Depok: Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo. Pemerintah kalurahan, dengan dukungan dukuh dan Kader Jakadara, turut berperan menyebarluaskan informasi agar program ini dapat menjangkau warga secara optimal.
Hasilnya, sebanyak 88 remaja memanfaatkan layanan selama dua hari ini. Mereka terdiri dari 37 orang asal Kalurahan Caturtunggal, 27 orang dari Condongcatur, dan 24 orang dari Maguwoharjo.
Namun, Ginoviva menyadari angka tersebut belum mencerminkan seluruh potensi peserta. Banyak remaja dan keluarganya yang masih berada di luar kota untuk liburan sekolah. Ia berharap mereka dapat menyusul melakukan perekaman di hari kerja reguler.
“Pada hari-hari biasa, pelayanan di Kantor Kapanewon Depok tetap terbuka. Pemutakhiran KK bisa langsung jadi, dan bagi yang KTP-nya hilang atau rusak, bisa langsung cetak juga,” jelasnya.
Lebih dari sekadar administratif, program ini juga mencerminkan semangat pelayanan publik yang adaptif, cepat, dan humanis. Ginoviva tak lupa menyampaikan apresiasi kepada tim pelayanan Kapanewon Depok yang telah bekerja sigap sesuai semboyan: “Ikhlas Nglayani lan Ngrampungi”.
Semangat itu pula yang membuat pelayanan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Dengan KTP sebagai pintu masuk ke berbagai hak sipil, dari pendidikan hingga pekerjaan, program Jebol Target telah menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi remaja di Kapanewon Depok.