Platinum

Jualan Kopi Sambil Menjaga Merapi

22 February 2022
.
Jualan Kopi Sambil Menjaga Merapi

Kreativitas anak muda desa gondang,Balerante berjualan kopi dan promosikan kopi khas Balerante. (PM/Arifin)

Klaten (PM) – Anak-anak muda Dukuh Gondang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten ini memang kreatif. Sadar telah menghuni desa di kawasan berbahaya -- berjarak lebih kurang 5 km dari puncak Gunung Merapi, merekapun merasa perlu rajin meronda. Agar kegiatan ronda tidak menjemukan, muncullah inisiatif untuk mempromosikan kopi khas Balerante sambil berkeliling menjaga keamanan kampung halaman. 

Bukan hanya dengan cara berkeliling, anak-anak muda itu juga mendirikan kedai-kedai kopi sebagai tempat nongkrong warga agar tidak tidur terlalu sore. Lumayan, selain bisa ikut serta melakukan pemantauan Gunung Merapi, mereka juga mendapatkan hasil tambahan uang jajan atau keperluan lainnya.

Salah satunya kedai kopi itu terletak di halaman rumah Jainu (52). Halaman luas rumah tokoh desa yang akrab disapa Ki Rekso Giri itu disulap jadi tempat nongkrong yang nyaman lengkap dengan beberapa gazebo kayu berhias kerlip lampu warna-warni. 

Tidak sedikit anak muda yang berkunjung di kedai kopi itu. Menyerutup secangkir kopi khas Balerante di tengah udara pegunungan yang dingin dan suasana alam yang asri, terasa menciptkan kenikmatan yang sulit digambarkan sensasinya.

Kedai-kedai kopi saat ini sedang booming. Di wilayah Kemalang saja tampak banyak sekali kedai kopi Merapi  bermunculan. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak warga setempat yang menanam pohon kopi.

"Kopi di Kemalang diolah sendiri secara tradisional. Lalu kami branding dengan nama Kopi Balerante sesuai nama Desa penghasilnya. Alhamdulillah bisa menambah pendapatan warga,” tutur Jainu, Kepala Dusun Desa Balerante saat dikonfirmasi (Senin, 19/2).

Diterangkan Jainu, wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten khususnya Desa Balerante banyak menyimpan potensi tanaman kopi. Di sisi lain, destinasi wisata yang terus berkembang seperti obyek Kalitalang di Balerante, jembatan gantung Girpasang di Tegalmulya dan Pesanggrahan di Sidorejo juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan.

Peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan pemuda desa untuk membuat kedai-kedai kopi sambil memantau langsung aktivitas Merapi. Kedai-kedai kopi di Balerante dikembangkan  bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa atau Bundes.

"Rata-rata kedai kopi di desa kami buka sampai jam 24.00 WIB. Kalau siang yang berjualan adalah remaja putri. Kalau malam bergantian dengan yang pemuda, sekalian pemantauan kondisi Merapi lewat ronda malam. Jadi ronda malam di Balerante tidak pernah sepi, karena banyak tamu luar daerah yang datang menemani. Petugas BPBD Klaten sering juga mendampingi jadi penyemangat,” tutur Ki Rekso Giri.

Bercerita terkait omzet usaha, Jainu mengaku belum besar meski pemasaran kopi Balerante sudah mulai merambah Jakarta. 

“Kadang kopi dipesan lewat online melalui media sosial. Atau buat oleh-oleh dari kenalan warga Kemalang dari luar kota yang penasaran citarasa kopi Balerante. Pas banyak permintaan luar kota, sering stok kami habis. Bicara omset memang belum besar. Sebulan rata-rata laba bersih mencapai 7 juta. Lumayan untuk menambah pendapatan warga’’ pungkasnya.***g

Dilarang

Baca Juga