HUT Sleman

Kenduri Ayam Panggang Karen Bantul, Wujud Syukur dan Lestarikan Tradisi Leluhur

Wagino
10 February 2026
.
Kenduri Ayam Panggang Karen Bantul, Wujud Syukur dan Lestarikan Tradisi Leluhur

Lurah Tirtomulyo, Ridwan Anas, didampingi Dukuh Karen, Kestrianto, bersama warga masyarakat melakukan kirab menuju makam cikal bakal Padukuhan Karen. (PM-Wagino)

Patmamedia.com (BANTUL) – Warga Padukuhan Karen, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul kembali menggelar tradisi adat Kenduri Ayam Panggang, Senin (9/2/2026).

Tradisi tahunan ini digelar di pendopo rumah Dukuh Karen sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya nguri-uri budaya leluhur.

Kenduri ayam panggang merupakan tradisi turun-temurun yang hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kesehatan, rezeki, dan kerukunan, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.

Lurah Tirtomulyo, Ridwan Anas, dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan warga Padukuhan Karen yang terus setia melestarikan adat budaya.

“Alhamdulillah warga selalu kompak dan masih ikut melestarikan tradisi ini,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, dalam kenduri ini setiap kepala keluarga diwajibkan membawa satu ekor ayam kampung yang dipanggang tanpa bumbu. Tradisi tersebut sarat makna kesederhanaan dan keikhlasan.

“Kenduri ayam panggang adalah wujud syukur kepada Yang Maha Kuasa atas nikmat rezeki, kesehatan, dan kerukunan, sekaligus sarana kebersamaan warga,” tambahnya.

Ridwan juga mengapresiasi warga Karen yang tetap menjaga warisan budaya dari para leluhur. Ia berharap tradisi ini terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Sementara itu, Dukuh Karen, Kestrianto, menuturkan bahwa kenduri panggang merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat serta kelancaran kehidupan warga selama satu tahun ke belakang dan ke depan.

“Budaya ini juga merupakan wujud bakti kepada leluhur yang dahulu babat alas hingga menjadi Padukuhan Karen seperti sekarang,” ungkapnya.

Usai kenduri, rangkaian acara dilanjutkan dengan kirab bergodo menuju makam Mbah Karen yang dipercaya sebagai cikal bakal Padukuhan Karen.

Pada malam harinya, warga menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Geter Pamuji yang membawakan lakon Saliyo Gugur.

Acara tersebut turut dihadiri Lurah Tirtomulyo Ridwan Anas, perwakilan Kapanewon Kretek, Dinas Kundha Kabudayan Bantul Wahadi, S.Pd., pamong kalurahan, para dukuh, RT, kaum rois, serta tokoh masyarakat setempat. (wag)

HUT Sleman

Baca Juga