Kisah Emas dari Condongcatur: Saat Ayah dan Anak Berdiri di Podium Bersama
Wijatma T S
15 September 2025
.
Azralea meraih 2 medali emas dan 1 medali perak, sedang ayahnya, Agung, meraih 2 medali emas. Mereka berdiri berdampingan di puncak podium. (PM-ist)
DI BALIK riuhnya ajang olahraga PORDA XVII DIY 2025, ada cerita yang membuat hati siapa pun yang menyaksikannya hangat: seorang ayah dan anak berdiri berdampingan di podium, sama-sama dengan medali emas menggantung di dada.
Mereka adalah Agung Susilo Waskito dan putrinya, Azralea Nafisa Putri, warga Sanggrahan, Condongcatur, Sleman. Pada Minggu (14/9), di Lapangan Tembak Perbakin Gunungkidul, keduanya menorehkan sejarah kecil yang tak terlupakan.
Azralea dan Agung: Duet di Balik Senapan
Azralea, siswi kelas XI SMA 9 Yogyakarta, tampak tenang di balik senapan yang ia genggam. Jemarinya yang mungil namun mantap menarik pelatuk, dan bidikannya nyaris selalu tepat sasaran. Hasilnya, ia menggondol dua medali emas dan satu perak.
Tak lama kemudian, giliran sang ayah turun berlaga. Agung, yang sehari-hari berprofesi sebagai wirausahawan, menunjukkan kelasnya. Dengan wajah penuh konsentrasi, ia menuntaskan setiap tembakan dengan presisi tinggi, hingga berhasil membawa pulang dua medali emas.
Ketika keduanya dipanggil naik ke podium, penonton tak hanya menyaksikan kemenangan, melainkan juga kisah kebersamaan: ayah yang menurunkan semangatnya, dan anak yang membuktikan diri bisa sejajar dengan sang panutan.
“Kalau saya juara itu biasa saja, tapi melihat anak saya ikut berprestasi, itu hadiah terindah,” ujar Agung dengan mata berbinar.
Azralea hanya tersenyum, bangga bisa membalas dedikasi ayahnya lewat bidikan yang sempurna.
Zenit Aulia dan Kawan-Kawan: Keteguhan di Tatami Judo
Beberapa hari sebelumnya, di arena judo, sorakan lain menggema. Zenit Aulia, warga Pringwulung Condongcatur, tampil garang di atas tatami. Tubuhnya melayang, mendaratkan bantingan, dan menahan serangan dengan penuh tenaga. Setiap laga ia lalui dengan determinasi, hingga akhirnya satu medali emas berhasil ia persembahkan.
Di sisi lain, dua rekannya, Azfa dan Nanda, meski harus puas dengan medali perunggu, tetap menunjukkan mental baja. Bahkan di nomor beregu, semangat mereka menghasilkan dua medali perak yang manis. Kekompakan di atas matras menjadi bukti bahwa judo bukan hanya soal fisik, tapi juga persaudaraan.
Naufal Yudha: Sang Perenang dari Kentungan
Dari kolam renang, cerita tak kalah hebat lahir dari M. Naufal Yudha Faris Fadhilan, mahasiswa FIKK UNY semester VII, warga Kentungan. Sejak peluit dibunyikan, tubuhnya meluncur deras membelah air. Di nomor 100 meter gaya kupu-kupu, ia unggul jauh, disusul kemenangan di 50 meter gaya kupu-kupu, dan kemudian estafet 4x100 meter gaya bebas mix. Tiga medali emas ia genggam, plus satu perak dari nomor estafet lainnya.
Bagi Naufal, kemenangan ini buah dari disiplin panjang: bangun pagi, latihan keras, dan menjaga stamina. Ia membuktikan, ketekunan memang selalu punya jalan menuju puncak.
Fadil Ata Zahir: Panahan dan Kesabaran Joho
Sementara itu, di Joho Condongcatur, lahir kisah lain dari Fadil Ata Zahir di cabang panahan. Setiap tarikan busurnya adalah pertarungan dengan diri sendiri. Fokus, ketenangan, dan kesabaran diuji di setiap anak panah yang melesat. Meski harus menghadapi lawan-lawan tangguh, Fadil tetap pulang dengan kepala tegak: tiga medali perunggu berhasil ia bawa pulang.
Bangga Condongcatur
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.
“Alhamdulillah, selamat atas prestasi dari atlet putra-putri Condongcatur di ajang PORDA XVII DIY 2025. Keberhasilan ini semoga menjadi penyemangat dan inspirasi generasi muda. Dengan fokus dan keseriusan, hasil terbaik pasti akan datang,” ujarnya penuh harap.
Lebih dari Sekadar Medali
Dari tatami, kolam, lapangan tembak, hingga arena panahan, atlet-atlet Condongcatur menorehkan prestasi yang membanggakan dengan menyumbangkan 8 emas untuk Sleman. Namun, dari semua itu, momen emas antara Agung dan Azralea tetap menjadi kisah paling menyentuh: bukti bahwa olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang cinta, warisan semangat, dan kebersamaan lintas generasi.