Liga Anak Sleman KU-10 dan KU-12 Tahun 2022 Dibuka, 24 Tim Siap Berlaga Memperebutkan Gelar Juara
19 February 2022
.
Ketum Askab PSSI Sleman Wahyudi Kurniawa, S.IP menyerahkan bola kepada wasit pertandingan. (PM/dok.PSSI Sleman}
Sleman (PM) – Sebanyak 24 Sekolah Sepak Bola (SSB) terafiliasi di Askab PSSI Sleman siap berlaga untuk memperebutkan gelar juara dalam Liga Anak Sleman Kelompok Umur (KU)-10 dan KU-12. Kompetisi dijadualkan berlangsung selama 4 pekan, dimulai sejak upacara pembukaan pada Sabtu (19/2) siang tadi, di Stadion Tridadi, Sleman.
Pembukaan ditandai dengan penyerahan bola oleh Ketua Umum ASKAB PSSI Sleman Wahyudi Kurniawan, S.IP kepada salah satu wasit pertandingan. Liga Anak Sleman, demikian Wahyudi Kurniawan, dimaksudkan unttuk memberi wadah jam terbang untuk meningkatkan kualitas pembinaan SSB yang terafilisasi dengan Askab PSSI Sleman, dalam rangka mewujudkan pembinaan sepakbola yang terprogram, berjenjang dan berkelanjutan
“Sehingga ke depan akan banyak muncul pemain-pemain berbakat asli di Sleman untuk bisa berkompetisi di kasta teratas baik nasional maupun internasional,” ungkap Wahyudi dalam keterangan eksklusifnya melalui saluran whatsApp kepada Patmamedia.com, Sabtu (19/2) sore.
Liga Anak Sleman KU-10 dan KU-12 Tahun 2022 Tahun 2022, merupakan salah satu program Askab PSSI Sleman dan baru pertama diselenggarakan dalam kepengurusan yang baru. Untuk selanjutnya diagendakan akan diselenggarakan secara rutin setiap kurun waktu tertentu agar kesinambungan pembinaan tetap terjaga.
Dari 24 SSB Terafiliasi yang mengikuti kompetisi, dibagi menjadi 2 Grup A dan Grup B untuk KU-10 tahun dan KU-12 tahun. Masing-masing tim akan saling berhadapan pada babak penyisihan untuk memperebutan tiket 8 besar. Selanjutnya pertandingan akan menggunakan sistem Knock Out Roud Robin untuk menentukan 4 tim terbaik yang akan lolos ke babak final.
“Untuk sampai ke babak 8 besar, masing-masing tim paling tidak akan bertanding sebanyak 8 atau 9 kali,” ungkap Sulistiyono, S.Pd, M.Pd, dari Komite Usia Dini Askab PSSI Sleman kepada Patmamedia.com.
Menurut Sulistiyono, melalui sebuah kompetisi yang rapi diharapkan akan lahir bibit-bibit pesebakbola yang tangguh di Kabupaten Sleman. Namun demikian, lanjutnya, dalam kompetisi seperti ini sebenarnya tujuan utamanya bukanlah mencari juara. Melainkan yang terpenting adalah mengedukasi tentang arti olaharaga, khususnya sepakbola bagi anak-anak, remaja dan kalangan pemuda.
“Jadi bukan tentang juara, tetapi yang lebih penting dari itu agar sepak bola bisa menjadi media kegiatan positif bagi remaja agar tidak tergelincir ke dalam pergaulan negatif yang dapat merusak masa-depan anak-anak kita,” ujar Sulistiyono.
Acara tersebut juga dihadiri oleh anggota EXCO PSSI Sleman, Agung Handoko, SE dan Andi Jatmiiko, S.Or. Salah satu EXCO, Ipong Suhardiyanto saat ditemui Patmamedia.com di kediamannya, Temon, Pandowoharjo, Sleman, mengaku tidak akan bosan-bosan menyampaikan pesan kepada kalangan muda untuk terjun ke arena olahraga, khususnya sepak bola. Olah raga, demikian Ipong, merupakan salah satu cara efektif bagi remaja untuk menghidari godaan pergaulan negatif yang bisa merusak diri sendiri dan orang banyak. ***g