Platinum

MPLS SMAN 1 Ngaglik Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Hari Pertama Sekolah

Wijatma T S
16 July 2025
.
MPLS SMAN 1 Ngaglik Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Hari Pertama Sekolah

Suyitno memberikan penyuluhan tentang antikorupsi. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Ngaglik tahun ini tak hanya mengenalkan ruang kelas dan tata tertib, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas sejak hari pertama. 

Sebanyak 216 peserta didik baru mendapatkan penyuluhan pendidikan antikorupsi dari Forum Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAK SIJI), Selasa (15/7/2025),.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian MPLS yang mengusung konsep pembentukan karakter dan budaya sekolah. Ketua Panitia MPLS, Triyana, S.Pd., menegaskan pentingnya mengenalkan bukan hanya lingkungan fisik sekolah, tetapi juga nilai-nilai dasar yang akan menjadi fondasi perilaku siswa. 

“Harapannya setelah mengikuti MPLS, siswa mampu beradaptasi dengan budaya sekolah, tumbuh rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarsiswa, serta terjalin komunikasi baik dengan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Triyana.

Ia menjelaskan, sekolah bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk menyuguhkan materi yang relevan dan membentuk karakter positif.

Selain antikorupsi, materi lain yang diberikan dalam MPLS tahun ini antara lain bahaya narkoba, kesehatan reproduksi, dan budaya Yogyakarta.

Penyuluhan antikorupsi dibawakan oleh Suyitno, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Ketua Bidang Pendidikan PAK SIJI. Dalam sesinya, Suyitno mengajak siswa untuk memahami arti korupsi dari hal-hal sederhana, serta bagaimana integritas bisa diterapkan dalam kehidupan pelajar.

“Dengan mengenalkan praktik antikorupsi sejak dini, siswa dilatih untuk berlaku adil, tertib, dan bertanggung jawab, baik di sekolah maupun masyarakat. Kami berharap mereka menjadi pelopor integritas di lingkungannya,” terang Suyitno.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian korupsi, contoh kasus di kehidupan sehari-hari, strategi pencegahan, hingga pengenalan tokoh-tokoh yang menjadi simbol integritas. Penyuluhan berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang memancing antusiasme peserta.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan souvenir menarik bagi siswa yang berani menjawab pertanyaan dan menyampaikan aspirasi terkait nilai-nilai integritas.

Dilarang

Baca Juga