Platinum

Protes Peningkan Kelas, Pedagang Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Muhammad Arifin
18 January 2022
.
Protes Peningkan Kelas, Pedagang Pasar Tanjung Klaten  Mogok Jualan

Tampak beberapa kios di Pasar Tanjung ,Juwiring tutup. (PM/Arifin)

 

Klaten (PM) - Pedagang Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah mogok jualan memprotes peningkatan kelas pasar dan besaran retribusi. Aksi mogok pedagang ini membuat kecele ratusan pengunjung yang hendak berbelanja pedangan tersebut.

Pantauan dari lokasi pada Senin (17/1/2022) pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, puluhan kios di depan dan samping pasar tutup. Hanya ada satu dua warung yang masih berjualan.

Di dalam pasar, lapak pedagang tampak sepi dan tidak ada satupun pedagang berjualan. Warga yang hendak berbelanja terlihat kebingungan sebelum akhirnya pulang.

"Saya mau belanja sayur kok tutup. Kaget dan jadi bingung saja mau belanja di mana jam segini," ungkap seorang pengunjung pasar, Ratih Purwasih (30) saat ditemui di lokasi. 

Ibu muda itu mengaku tidak mengetahui sema sekali jika pasar Tanjung mendadak tutup karena tak satupun penjual yang menggelar dagangan. Belakangan diketahui, penutupan terjadi karena para pedagang kompak melakukan aksi mogok berjualan. Selaku warga, Ratih mengaku kecewa karena penutupan itu telah membuat para pengunjung pasar merasa kecele.

Aksi mogok, lanjutnya, sangat merepotkan karena telah membuatnya tidak bisa berbelanja apa-apa. Ratih mengaku terkendala jarak yang jauh jika harus berbelanja ke pasar yang lain.

Secara terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung, Danang mengatakan penutupan pasar dilakukan karena seluruh pedagangnya berencana berangkat mengajukan protes ke Pemkab Klaten. Namun akhirnya rencana iu batal dilakukan setelah Lurah Pasar menyediakan diri untuk berangkat mewakili para pedagang. 

"Rencana hari ini kita mau ke Klaten minta penurunan retribusi dan kelas pasar dari kelas 1 ke kelas 2. Akhirnya yang mewakili berangkat ke Dinas adalah Bu Lurah Pasar dan UPT. Tapi karena sudah telanjur memberi pengumuman bahwa pasar hari ini ditutup, ya ditutup semua," ucap Danang 

Danang menyebut, pedagang keberatan dengan  peningkatan kelas pasar dari kelas 2 jadi kelas 1.  Karena peningkatan kelas tentunya akan dibarengi dengan kenaikan besaran retribusi, sehingga pedagang keberatan.

Menurunya, kenaikan tarif retribusi sebagai konsekuensi dari peningatan kelas pasar itu bisa mencapai 200 persen. Misanya seorang pedagang kios yang sebelumnya hanya membayar Rp 35.000 per bulan bisa menjadi menjadi Rp 90.000 per bulan.

”Kalau dulu ditarik karcis retribusi setiap hari, terasa lebih memberatkan mulai Januari 2022 ini dibayarkan setiap bulan,” ungkapnya.

Karena itu Danang berharap agar pemkab mendengarkan aspirasi dari ratusan pedagang untuk mengembalikan Pasar Tanjung ke kelas 2 sehingga besaran tarif retribusi tidak menjadi beban berat para pedagang. ***g

 

 

Griting

Baca Juga