.
Petugas melakukan fogging di Rejosari. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) - Puskesmas Berbah melakukan kegiatan fogging di Pedukuhan Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Jumat (10/1/2025) mulai pukul 04.00. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Berbah, dr. Hari Pratono, M Kes, menjelaskan fogging kali ini dilakukan berdasarkan surat dari RSIY PDHI yang menginformasikan adanya kasus DBD pada Azizah Nur, seorang anak berusia 9 tahun. Selain itu, terdapat juga kasus demam berdarah lainnya yang terjadi di wilayah Dusun Rejosari pada bulan Desember 2024.
"Penyemprotan fogging difokuskan di sekitar rumah penderita untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyakit DBD," ujar dr. Hari.
Meskipun fogging tidak berdampak langsung bagi kesehatan manusia, namun perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak menghirup asap fogging. Sebelum kegiatan dilakukan, masyarakat diminta untuk mengamankan balita dan orang sakit, serta menutup makanan dan minuman.
Dukuh Rejosari, M Dalis Kurniawan, menyambut baik kegiatan fogging yang dilakukan pihak Puskesmas Berbah. Ia juga mengungkapkan pelaksanaan fogging melibatkan partisipasi aktif dari warga Dusun Rejosari, terutama kelompok Jaga Warga, yang bekerja sama dengan petugas kesehatan.
"Fogging kali ini baru dilaksanakan di dua kampung, yakni Rejosari dan Jogomangsan. Kegiatan ini direncanakan akan diulang kembali pada Jumat, 17 Januari 2025," tambahnya.
Untuk memastikan efektivitas pengendalian vektor, Hari menekankan pentingnya melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara teratur dan pemusnahan jentik melalui Gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) di seluruh wilayah terdampak.
Dengan adanya koordinasi yang baik antara Puskesmas Berbah dan masyarakat, diharapkan penyebaran penyakit DBD dapat dikendalikan secara optimal di Sleman. (*)