HUT Sleman

Puting Beliung Terjang Condongcatur, Warga RW 22 Sigap Gotong Royong Lakukan Tanggap Darurat

Wijatma T S
14 June 2025
.
Puting Beliung Terjang Condongcatur, Warga RW 22 Sigap Gotong Royong Lakukan Tanggap Darurat

Warga gotong royong memperbaiki atap sementara dengan terpal. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Angin puting beliung menerjang wilayah Perumnas RW 22, Padukuhan Ngringin, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Sabtu (14/6/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Cuaca mendung disertai angin kencang selama sekitar 10 menit menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 13 rumah warga, dengan rincian 3 rusak berat, 6 rusak sedang, dan 4 rusak ringan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian ini cukup mengagetkan warga. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap rumah, terutama asbes yang terbang dan melorot.

Dalam waktu singkat pascakejadian, warga sekitar dibantu Tim Destana dan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Condongcatur, relawan Padukuhan Ngringin, Satlinmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas langsung bergerak melakukan evakuasi dan pemulihan awal. 

Pemasangan terpal darurat di rumah-rumah terdampak dilakukan secara gotong royong hingga malam hari.

“Begitu mendengar suara angin kencang dan melihat asbes beterbangan, warga langsung saling bantu. Begitu angin reda, evakuasi pun segera dimulai,” ujar salah satu relawan Padukuhan Ngringin.

Lurah Condongcatur bersama tim sigap melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk BPBD Sleman. 

Bantuan awal berupa terpal dan logistik makanan cepat saji telah disalurkan, sementara kebutuhan lain seperti bahan bangunan ringan seperti asbes atau galvalum masih dalam proses pengajuan.

“Kami prioritaskan pengamanan rumah terdampak agar tidak memperparah kerusakan jika hujan turun kembali. Koordinasi dengan BPBD terus kami lakukan untuk bantuan lanjutan,” kata perwakilan Tim KSB Condongcatur.

Berdasarkan pendataan awal, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. 

Tercatat tiga kepala keluarga (KK) atau 12 jiwa mengalami dampak material cukup berat dan kini membutuhkan bantuan pemulihan.

Meskipun aliran listrik tetap menyala dan fasilitas umum tidak terdampak, perhatian tetap diberikan untuk memastikan keamanan lingkungan dan ketahanan warga pascabencana.

Warga berharap bantuan perbaikan seperti pengganti atap segera datang agar rumah-rumah yang terdampak dapat digunakan kembali secara aman. 

Kebutuhan penerangan darurat dan bantuan psikososial belum diperlukan saat ini, namun tetap menjadi bagian dari rencana tanggap lanjut.

“Yang penting sekarang rumah bisa ditutup dulu, nanti untuk perbaikan menyeluruh semoga segera dibantu pemerintah,” tutur Dwi Karyono, salah satu warga pemilik rumah rusak berat.(atm)

HUT Sleman

Baca Juga