Platinum

Sehari Setelah Rumahnya Dibom,  Atlet Biatlon Ukraina Pastikan Sapu Bersih Medali

M E Kris Paso
09 March 2022
.
Sehari Setelah Rumahnya Dibom,  Atlet Biatlon Ukraina Pastikan Sapu Bersih Medali

Meski rumahnya dibom, atlet Biatlon Ukraina, Dmytro Suiarko (kiri), peraih medali perunggu, sekaligus memastikan timnya sapu bersih medali. (MP-theworldnews.net)

Beijing (PM) – Dmytro Suiarko,  atlet Ukraina yang tampil pada cabang ski lintas alam dan menembak (biatlon) putra  Paralympics Games di Beijing, memastikan tim Ukraina sapu bersih medali. Ironisnya, di saat yang hampir bersamaan, rumah kediamannnya di kota Chernihiv, sektar 145 km Utara Kiev, Ibu Kota Ukraina, hancur berantakan dibombardir tentara Rusia. Sampai saat ini, sebagaimana diinformasikan Layanan Informasi  Olimpiade (Olympic Information Service), belum diketahui nasib anggota keluarganya.

“Saya sangat gembira, tetapi tidak 100%. Sebab situasi negara saya amat parah dan saya hanya ingin perdamaian untuk Ukraina,” ungkap Suiarko, Sabtu (5/3/2022).

Bukan hal mudah, kata Suiarko, untuk berkonsentrasi penuh dan saya sempat dua kali gagal karena rumah tempat tinggal saya, telah hancur. Dalam final ski lintas alam saya tertinggal  10 detik  karena tidak focus. Meski demikian, Suiarko berhasil meraih medali perunggu. Hal ini memastikan Ukraina sapu bersih medali setelah rekan se negaranya,Vitalii Lukianenko dan Anatolii Kovalevskyi menyabet medali emas dan perak.

“Kami berjuang di sini, bukan hanya di Ukraina tetapi di sini di panggung olah raga,” tandas Lukianenko sembari menambahkan,”Kami ingin masyarakat Eropa memusatkan perhatian pada perang dan situasi di Ukraina sekaligus meminta bantuan untuk menghentikan perang ini.”

Sejauh ini, tim Paraolimpiade Ukraina berhasil mengumpulkan 17 medali.  

Tidak semua atlet Ukraina kuat menghadapi prahara yang terjadi di negaranya. Atlet Biatlon putri, Anastasiia Laletina terpaksa menarik diri dari ajang tesebut setelah mendengar kabar ayahnya tertangkap dan disiksa tentara Rusia. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara tim putrid Ukraina, Nataliia Harach.

“Mereka menyiksa dia (ayahnya),” kata Harach seperti dikutip USA Today.

Tetapi belum jelas dimana ayah Laletina ditangkap dan bagaimana keadaannya saat ini. Yang jelas, Laletina (19) juga berasal dari kota Chernihiv. Kota yang dekat dengan perbatasan Rusia dan Belarusia ini, sejak awal invasi Rusia  tanggal 24 Februari 2022, sudah menjadi sasaran serangan Rusia. Selain Laletina dan Suiarko, rumah asisten pelatih tim Ukaina di kota Kharkhiv, kota terbesar kedua setelah Kiev, Ibu Kota Ukraina, juga hancur berantakan.

Dilarang

Baca Juga