Platinum

Sleman Temple Run 2025 Siap Digelar, Tawarkan Sensasi Lari Keliling Candi-Candi Bersejarah

Wijatma T S
09 April 2025
.
Sleman Temple Run 2025 Siap Digelar, Tawarkan Sensasi Lari Keliling Candi-Candi Bersejarah

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menunjukkan Jersey yang akan digunakan pada Sleman Temple Run. (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Agenda sport tourism tahunan, Sleman Temple Run, kembali hadir tahun ini dengan membawa sejumlah pembaruan yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi para pelari. Digelar pada 10 Agustus 2025, event yang telah memasuki tahun ke-10 ini menawarkan lintasan unik yang melintasi berbagai situs candi bersejarah di Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menyebut Sleman Temple Run merupakan satu-satunya ajang lari di dunia yang mengelilingi candi-candi, menjadikannya ikon sport tourism yang tak bisa ditemukan di daerah lain.

“Sleman Temple Run ini adalah satu-satunya lari mengitari candi di dunia. Jadi hanya ada di Kabupaten Sleman, trail run yang mengitari sekitar Prambanan dengan melewati candi-candi, baik yang di Keraton Boko maupun candi kecil lainnya,” ujar Zayid, Rabu (9/4/2025).

Bekerja sama dengan komunitas Trail Runners Jogjakarta, Sleman Temple Run 2025 akan mempertandingkan tiga kategori lomba yaitu 7K, 15K, dan 30K. Rute tahun ini akan lebih mengeksplorasi kawasan Kraton Ratu Boko dan sekitarnya, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih terfokus pada Candi Prambanan.

Candi-candi yang akan dilewati para peserta antara lain Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, hingga Candi Ijo. Selain menjanjikan pemandangan memukau, lintasan ini juga menjadi sarana mengenalkan potensi wisata sejarah Sleman secara lebih luas.

“Dengan event sport tourism ini kami yakini pariwisata bisa menggeliat dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” tambah Zayid.

Sebagai bentuk pembaruan, desain medali tahun ini akan menonjolkan ikon Candi Ratu Boko, memperkuat identitas lintasan yang menjelajahi kawasan tersebut. Zayid berharap, ajang ini juga dapat membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke situs Ratu Boko sebagaimana Prambanan yang lebih dulu populer.

Ajang ini juga telah masuk dalam kalender lari internasional. Sleman Temple Run mendapat dukungan dari Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) dan terdaftar di International Trail Running Association (ITRA). Para finisher akan mendapatkan ITRA Point, menjadikan event ini semakin bergengsi di mata komunitas pelari global.

Selain lomba lari, panitia juga akan menghadirkan pertunjukan seni dan budaya lokal seperti Srandul dan jathilan, menambah daya tarik Sleman Temple Run sebagai event sport tourism yang menyatu dengan kearifan lokal.

Total hadiah senilai Rp66 juta akan dibagikan untuk tiga kategori lomba. Hadiah tertinggi yaitu Rp7 juta untuk juara di kategori 30K, sedangkan hadiah terendah yaitu Rp1 juta.

Race Director Sleman Temple Run 2025, Roostian Gamananda, menargetkan ajang tahun ini diikuti lebih dari 1.000 peserta, termasuk pelari asing. Tahun lalu, event ini telah menarik 18 pelari dari 15 negara, termasuk Kolombia, Tunisia, Polandia, dan Belanda.

“Tahun ini adalah satu dasawarsa Sleman Temple Run, kami hadirkan inovasi-inovasi baru agar pengalaman pelari semakin berkesan,” pungkas Gamananda.

Dukungan

Baca Juga