HUT Sleman

Tradisi Wiwitan Kategan Bantul Jadi Wujud Syukur dan Semangat Jaga Ketahanan Pangan

Wagino
15 May 2026
.
Tradisi Wiwitan Kategan Bantul Jadi Wujud Syukur dan Semangat Jaga Ketahanan Pangan

Lurah Patalan, Sayudi Anom Jayadi (tangah) mendukung penuh tradisi Wiwitan. (PM-Wagino)

Patmamedia.com (BANTUL) – Warga RT 77 Padukuhan Kategan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Bantul menggelar tradisi wiwitan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi, Kamis (14/5/2026). 

Tradisi yang berlangsung di Bulak Kategan tersebut juga menjadi upaya menjaga budaya sekaligus memperkuat semangat ketahanan pangan masyarakat.

Lurah Patalan, Sayudi Anom Jayadi mengatakan, tradisi wiwitan merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh para petani. 

Menurutnya, tradisi tersebut penting untuk terus dilestarikan karena memiliki nilai budaya dan kebersamaan masyarakat.

Ia menjelaskan, para petani di wilayah Kategan juga menghadapi tantangan berupa serangan hama tikus. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat warga untuk tetap menanam padi.

“Walaupun diserang hama tikus saya yakin padi masih tetap bisa panen,” ujarnya.

Sayudi menambahkan, beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, ia berharap tradisi wiwitan dapat menjadi penyemangat bagi para petani sekaligus dicontoh oleh padukuhan lain.

“Saya berharap acara wiwitan ini ditiru oleh padukuhan lain sebagai ungkapan wujud syukur kepada yang maha kuasa serta mendukung Kalurahan Patalan menuju Kalurahan Budaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Dukuh Kategan, Warsun Nur Kolis menyampaikan, tradisi wiwitan rutin digelar menjelang musim panen padi dan dilaksanakan dua kali dalam setahun.

“Walaupun keadaan bagaimanapun, wiwitan ini selalu kami adakan walaupun secara sederhana,” katanya.

Ia menjelaskan, di Bulak Kategan terdapat tiga musim panen dalam setahun, yakni dua kali panen padi dan satu kali panen jagung. Namun tradisi wiwitan khusus dilaksanakan untuk tanaman padi.

Dalam prosesi wiwitan, warga membawa makanan dan minuman sebagai simbol keselamatan. Selain itu juga disiapkan ingkung, nasi uduk, dan sambal gepleng yang kemudian disantap bersama dan dibagikan kepada warga sekitar.

“Kami bersama warga akan selalu mengadakan tradisi wiwitan ini setiap tahun dua kali. Semoga warga kami selalu mendukung,” pungkasnya. (wag)

HUT Sleman

Baca Juga