Platinum

UJB dan UGM Gelar Seminar Kelayakan di Patalan, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Wijatma T S
25 April 2025
.
UJB dan UGM Gelar Seminar Kelayakan di Patalan, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Lurah Patalan Sayudi (tengah) bersama tim dari UJB dan UGM serta Dukuh Sulang Kidul dan Pengurus Kelompok Ternak maupun KWT. (PM-ist)

Patmamedia.com (BANTUL) – Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, menerima kunjungan seminar kelayakan dari Universitas Janabadra (UJB) yang berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (22/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program desa binaan yang didanai hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Anggota tim pengabdian Fakultas Teknik UJB, Dela Nanda, menyampaikan seminar ini menjadi bagian dari implementasi hibah tahunan yang diberikan kepada kampus-kampus pengusul program. Tahun 2025 merupakan tahun kedua pelaksanaan, dengan fokus wilayah pada Padukuhan Sulang Kidul, Kalurahan Patalan.

“Ini merupakan tahun kedua program, dan kami dari UJB dan UGM memilih Kalurahan Patalan, khususnya Padukuhan Sulang Kidul, sebagai lokasi kegiatan,” ujar Dela.

Dalam seminar tersebut, tim gabungan dari UJB dan UGM mengunjungi dua kelompok binaan: Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Lestari dan Kelompok Ternak Sidorejo. Selain melakukan pendampingan, tim juga mengajarkan pengolahan limbah ternak menjadi kompos sebagai bagian dari inovasi pengelolaan lingkungan berbasis desa.

Dela berharap kegiatan ini dapat menguatkan aspek produksi, manajemen kelompok, serta mendorong kemandirian ekonomi warga. “Harapannya, pengabdian ini bisa menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat, sehingga dampaknya terasa langsung bagi warga,” jelasnya.

Sementara itu, Dukuh Sulang Kidul, Wahyudi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan UJB dan UGM. Menurutnya, seminar kelayakan ini juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, monitoring, dan audit terhadap program-program yang sudah berjalan.

“Saya berharap dengan pendanaan dan pendampingan dari Kemendikbudristek, lahan-lahan non-produktif bisa dimanfaatkan oleh KWT untuk pertanian. Ke depan, ini bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi pertanian dan peternakan,” ungkap Wahyudi.

Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi desa, serta membuka peluang baru dalam sektor pertanian dan peternakan berbasis komunitas.

Dilarang

Baca Juga