HUT Sleman

Wabup Sleman Resmikan Infrastruktur Padat Karya: Gerakkan Ekonomi dan Gotong Royong Warga

Wijatma T S
03 November 2025
.
Wabup Sleman Resmikan Infrastruktur Padat Karya: Gerakkan Ekonomi dan Gotong Royong Warga

Wabup Danang Maharsa didampingi Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, meninjau hasil pembangunan infrastruktur melalui padat karya. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat ekonomi masyarakat melalui program Padat Karya berbasis gotong royong. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meresmikan sejumlah infrastruktur hasil kegiatan Padat Karya APBD Kabupaten Sleman Tahap 2 Tahun Anggaran 2025, Senin (3/11), di Watuadeg, Jogotirto, Berbah.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Wabup Danang, didampingi sejumlah pejabat Pemkab Sleman.

Tiga infrastruktur diresmikan sekaligus, yaitu saluran irigasi di Padukuhan Bolu, Margokaton, Seyegan; pembangunan corblok jalan, talud, dan gorong-gorong di Padukuhan Bayeman, Bangunkerto, Turi; serta corblok jalan di Padukuhan Watuadeg, Jogotirto, Berbah.

Menurut Danang, Padat Karya merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Sleman dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi di tingkat warga.

“Padat karya ini juga merupakan gerakan sosial ekonomi yang mengedepankan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat. Melalui program ini, Pemkab Sleman berupaya menggerakkan potensi warga untuk ikut terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan wilayahnya,” ujar Danang.

Ia menegaskan, Pemkab Sleman akan terus mendorong pelaksanaan program Padat Karya sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal di pedesaan.

Sementara itu, Epiphana Kristiyani, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, menjelaskan, kegiatan Padat Karya tahap 2 dilaksanakan di tujuh lokasi, masing-masing dengan anggaran Rp160 juta per lokasi. Setiap titik melibatkan 42 tenaga kerja, sehingga total 294 warga terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Program ini bertujuan untuk menambah pendapatan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pelaksanaan kegiatan Padat Karya juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru, terutama bagi masyarakat yang menganggur atau setengah menganggur,” jelas Epiphana.

HUT Sleman

Baca Juga