Platinum

Warga Gruduk Kantor Kalurahan, Tagih Janji Kampanye Lurah Muntuk

Muhammad Arifin
25 August 2022
.
Warga Gruduk Kantor Kalurahan, Tagih Janji Kampanye Lurah Muntuk

Warga Kalurahan Muntuk berkerumun di pendopo Kalurahan. (PM-Muhammad Arifin)(PM

Bantul (PM)  -- Warga yang tergabung dalam PPC (Persatuan Pemuda Ceme) khususnya Dusun Ceme ,Kalurahan Muntuk, Dlingo Bantul medatangi Lurah untuk meminta pertanggung jawaban atas janji saat kampanye sebelum jadi lurah dan terkait permasalah pemindahan umbul-umbul.

Warga yang mendatangi kantor kalurahan yang jumlahnya sekitar 100 orang tersebut menanyakan berbagai hal yang diduga telah diingkari oleh Lurah Muntuk Marsudi. Warga juga menanyakan alasan kenapa pada perayaan HUT RI 17 Agustus yang lalu tidak satupun perangkat desa yang  datang ke acara pengajian atau perayaan yang diselenggarakan di beberapa dusun.

"Saat pemuda dan karang taruna mengadakan pengajian dalam rangka HUT RI ke 77 semua perangkat termasuk lurah kita undang. Tetapi tidak satupun yang datang. Nggak tahu apa alasannya tidak datang, padahal ini acara keagamaan, harusnya mewakilkan jika tidak bisa hadir," keluh Didik koordinator PPC saat diwawancarai di Kantor Kalurahan Muntuk pada, Kamis (25/8/2022).

Permasalahan lain yang cukup memanas terkait pemindahan umbul-umbul oleh Karang Taruna yang tergabung dalam PPC, yang diduga dilaporkan ke Polsek Dlingo oleh Lurah muntuk. Padahal pemindahan umbul-umbul tersebut hanya untuk memeriahkan acara dan umbul-umbul yang dipindah juga milik warga karang taruna dusun setempat. 

"Itu umbul-umbul kita sendiri, dipindah juga untuk memeriahkan tempat acara, jadi tidak ada motif lain. Tapi kenapa kita dilaporkan ke Polsek," ucap salah satu orator dari warga.

Selain itu, warga juga merasa tertipu oleh janji Lurah Muntuk pada saat kampanye yang  akan memberikan bantuan dana kepada setiap RT sebesar Rp 20 juta.  Menanggapi keluhan dan tuntutan warga tersebut, Lurah Muntuk Marsudi menjelaskan jika janji tersebut terpaksa belum dapat dipenuhi karena selama 2 tahun terakhir anggaran belum sepenuhnya bisa dialokasikan untuk kegiatan infrastruktur.

"Hanya sisa anggaran sekitar 30 persen untuk pembangunan, karena banyak untuk alokasi lain termasuk penanganan covid-19," tutur Marsudi.

Lebih lanjut Marsudi juga menanggapi terkait laporan ke Polsek Dlingo yang menyangkut pelepasan/pemindahan umbul-umbul. Awalnya ia mengelak tidak ada yang melaporkan ke Polsek, tetapi pada akhirnya ia mengakui bahwa ada yang melapor ke polsek terkait pelepasan umbul-umbul.  Hadir dalam aksi tersebut jajaran Polsek Dlingo dan dari Koramil setempat.***

Editor: Muh Sugiono

 

Griting

Baca Juga