.
Joko Dwi Haryadi, SP, M.Si, (kiri) dan Dekhi Nugroho, SE, M.Ec.Dev,. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menggelar sejumlah program strategis untuk memperkuat ketahanan budaya dan nasionalisme generasi muda. Program tersebut meliputi Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Festival Langencarita, dan Lomba Cerdas Cermat Museum tahun 2026.
Kabid Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Kabupaten Sleman, Dekhi Nugroho, SE, M.Ec.Dev, menyampaikan hal tersebut kepada sobat media di Pendopo Paku Jati Dinas Kebudayaan Sleman, Kamis (9/4).
Dekhi menjelaskan, peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara dikaitkan dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang memiliki nilai strategis dalam sejarah perjuangan bangsa.
Kegiatan ini mengangkat tema “1 Maret 1949: Penegakan Kedaulatan Negara sebagai Warisan Strategi, Persatuan, dan Diplomasi Bangsa”.
Menurutnya, Kabupaten Sleman memiliki peran penting dalam peristiwa tersebut sebagai wilayah penyangga Yogyakarta pada masa ibu kota perjuangan.
Peran tersebut mencakup jalur mobilisasi pasukan, konsolidasi kekuatan, hingga dukungan logistik perjuangan.
Selain itu, Dinas Kebudayaan Sleman juga menggelar Festival Langencarita 2026 sebagai upaya pelestarian seni tradisi berbasis cerita rakyat yang dikemas dalam bentuk tarian dan tembang dengan iringan gamelan.
Festival ini melibatkan peserta dari lima kapanewon, yakni Moyudan, Mlati, Berbah, Seyegan, dan Depok.
Festival tersebut mengusung tema “Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan” yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Penyaji terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Sleman dalam Festival Langencarita tingkat DIY pada 8–9 Mei 2026.
Sementara itu, Kabid Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Disbud Sleman, Joko Dwi Haryadi, SP, M.Si, memaparkan, Sleman juga menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan budaya.
Tercatat sebanyak 53 sekolah telah mendaftarkan diri dalam kegiatan tersebut.
Joko menjelaskan, babak penyisihan akan dilaksanakan pada 16 April 2026, sementara semifinal dan final dijadwalkan pada 22–23 April 2026 di Museum Gunungapi Merapi.
Juara tingkat kabupaten akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk mengikuti lomba tingkat DIY pada Juli 2026.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap nilai-nilai sejarah, budaya, dan nasionalisme dapat terus hidup serta diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari ketahanan budaya daerah. (atm)