.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya (kiri) bersama Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh menunjukkan naskah Komitmen Bersama. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan komitmen kuat dalam memperkuat sistem meritokrasi aparatur melalui penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara seluruh Kepala Daerah di DIY dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh.
Penandatanganan MoU berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (7/1), dan diharapkan menjadi tonggak penting reformasi manajemen ASN di wilayah DIY.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh dalam sambutannya mengapresiasi dukungan para kepala daerah terhadap implementasi manajemen talenta dan sistem meritokrasi.
Ia menegaskan, meritokrasi menjadi kunci dalam menempatkan sumber daya manusia terbaik untuk menjalankan program-program strategis pemerintah.
“BKN memberikan relaksasi kepada daerah untuk mencari kader terbaik dalam mewujudkan visi daerah melalui sistem manajemen talenta dengan meritokrasi,” ungkap Zudan.
Zudan menjelaskan, dalam praktiknya, manajemen talenta memungkinkan kepala daerah melakukan mobilisasi ASN dengan kualifikasi tinggi tanpa melalui mekanisme lelang jabatan, sepanjang tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dalam implementasinya, manajemen talenta memungkinkan para Kepala Daerah untuk mencari kader-kader terbaik dengan kualifikasi berada pada kotak talenta ASN 7 dan 8 atau bahkan 9, untuk dimobilisasi tanpa open bidding atau lelang jabatan,” jelasnya.
“Inilah yang disebut dengan manajemen talenta berbasis mobilitas talenta,” imbuhnya.
Melalui kebijakan tersebut, Zudan berharap DIY mampu menjadi contoh nasional dalam penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur, dengan didukung oleh infrastruktur yang memadai sebagai penunjang kinerja pemerintahan.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung penuh penerapan manajemen talenta ASN.
Menurutnya, Pemkab Sleman secara konsisten berupaya membangun ASN yang profesional, kompeten, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik.
Harda juga mengungkapkan, implementasi meritokrasi di lingkungan Pemkab Sleman sejatinya telah berjalan dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan BKN Awards 2025 kategori Terbaik I Nasional dalam bidang manajemen ASN.
Keseriusan tersebut, lanjut Harda, akan semakin diperkuat dengan diterapkannya sistem manajemen talenta secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Implementasi manajemen talenta ASN di Pemkab Sleman tentu menjadi bentuk keseriusan kami dalam menata ASN sehingga, insyaallah ASN akan tertata dengan baik dan tidak ada gejolak apapun berkaitan dengan karir teman-teman ASN,” tandasnya. (atm)