.
RAT perdana KDMP Pendowoharjo. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana dalam rangka tutup buku dan pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kalurahan Pandowoharjo, Senin (26/1/2026).
RAT pertama ini diikuti 124 anggota KDMP Pandowoharjo serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Panewu Sleman, Danramil Sleman, Kapolsek Sleman, serta Lurah Pandowoharjo selaku ex officio pengawas koperasi.
Ketua KDMP Pandowoharjo, Aditya Noor, dalam laporannya menyampaikan evaluasi kinerja tahun buku 2025 sekaligus penguatan konsep bisnis koperasi untuk tahun 2026. Ia menegaskan, laporan pertanggungjawaban (LPJ) bukan sekadar kewajiban administratif.
“LPJ 2025 ini tidak hanya sebagai kewajiban formal, tetapi juga sebagai pertanggungjawaban moral dan organisasi kepada seluruh anggota,” tegas Aditya.
Di tengah dinamika regulasi dan derasnya arus informasi, Aditya menyebut KDMP Pandowoharjo berhasil membangun fondasi sebagai koperasi yang sah, memiliki sistem yang tertata, serta unit usaha yang telah berjalan aktif.
Mengusung tema “Sinergi Untuk Masa Depan”, RAT dimaknai sebagai penegasan kesiapan KDMP Pandowoharjo menyongsong era baru ekonomi kerakyatan berbasis kolaborasi antaranggota dan lintas lembaga. Salah satu fokus utama pengembangan usaha adalah Warung Istimewa (WARIS) yang dirancang sebagai etalase produk lokal.
“WARIS menjadi unit usaha utama kami. Konsepnya retail berbasis produk lokal yang diharapkan mampu bersaing. Tahun 2026 kami menargetkan pembukaan 10 gerai baru,” ungkap Aditya.
Dukungan terhadap penguatan KDMP juga disampaikan Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Drs. Nugroho Setijo Negoro, M.Si. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh anggota KDMP dapat menikmati berbagai keistimewaan dan fasilitas yang diberikan pemerintah.
“KDMP harus memastikan semua anggotanya bisa menikmati keistimewaan yang diberikan pemerintah. Dengan cara itu, minat masyarakat untuk menjadi anggota akan tumbuh,” ujarnya.
Menurut Nugroho, apabila seluruh masyarakat desa tergabung sebagai anggota, maka koperasi tidak perlu bersusah payah mencari pasar.
“Pasarnya sudah jelas, yaitu anggota KDMP itu sendiri,” katanya.
Ia juga menegaskan, kegiatan KDMP idealnya difokuskan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat desa, yakni simpan pinjam, layanan klinik dan apotek, serta perdagangan bahan pokok.
“Ketiga sektor itu yang paling dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Pandowoharjo sekaligus Ketua Pengawas KDMP, H. Catur Sarjumiharta, menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam membangun dan mengembangkan koperasi agar memiliki daya saing berkelanjutan.
“Dengan adanya empat SPPG, sejumlah hotel, dan obyek wisata di wilayah Pandowoharjo, KDMP memiliki peluang besar untuk ikut dalam pemenuhan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Catur optimistis RAT perdana ini menjadi tonggak awal terbentuknya ekosistem ekonomi yang sehat di Kalurahan Pandowoharjo, sekaligus memperkuat peran KDMP dalam mendampingi BUMDes dan Gapoktan yang telah lebih dulu eksis.
Editor: Wijatma TS