Platinum

KOPI TB Sleman Diperkuat, Target Eliminasi Tuberkulosis 2030 Dikejar

Wijatma T S
06 August 2026
.
KOPI TB Sleman Diperkuat, Target Eliminasi Tuberkulosis 2030 Dikejar

Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama (kiri) bersama Bupati Harda Kiswaya. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) — Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TB) dengan mengukuhkan pengurus Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Kabupaten Sleman, Kamis (6/8), di Ramada Hotel, Caturharjo, Sleman.

Sebanyak 34 pengurus KOPI TB Sleman dilantik dengan dr. Bheti Yuliana Fitrianingsih, Sp.P. sebagai ketua.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas profesi dan sektor dalam mempercepat penanganan TB di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, mengatakan pembentukan KOPI TB diarahkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencapai eliminasi TB pada 2030 sekaligus mendukung target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).

“Komitmen yang kami bangun melalui pelantikan KOPI TB ini adalah untuk melakukan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030, serta mengeliminasi ATM,” ujar Cahya.

Menurut Cahya, Sleman telah memiliki pengalaman dalam mencapai target eliminasi penyakit menular.

Kabupaten Sleman berhasil mencapai eliminasi malaria sejak 2014, lebih cepat dibandingkan target Provinsi DIY yang baru mencapai eliminasi pada 2025.

Namun, TB masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan intensif. Selain itu, penyakit berbasis lingkungan, termasuk leptospirosis yang berkaitan dengan persoalan sampah dan keberadaan vektor tikus, juga perlu menjadi perhatian bersama.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi pengukuhan pengurus KOPI TB. Ia menilai penanggulangan TB tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai unsur.

Menurut Harda, sinergi harus melibatkan organisasi profesi kesehatan, pemerintah, sektor swasta, akademisi hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, hingga pendampingan pasien TB.

“Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban,” tegas Harda.

Ia menekankan semangat gotong royong sebagaimana falsafah Jer Basuki Mawa Beya harus diterapkan dalam upaya pengendalian penyakit.

Selain aspek medis, Harda meminta KOPI TB memperkuat edukasi masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penderita TB.

Pasien TB, menurutnya, tidak seharusnya dikucilkan, melainkan mendapatkan dukungan agar memiliki semangat menjalani pengobatan hingga sembuh.

“Pengentasan TB ini bukan hal yang mudah. Saya berharap tim KOPI TB dapat menjadi motor penggerak kolaborasi, inovasi, dan edukasi masif di tengah masyarakat,” katanya.

Harda berharap keberadaan KOPI TB mampu memperkuat pendampingan terhadap penderita sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi TB di Kabupaten Sleman pada 2030.

Selain pelantikan KOPI TB, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kampanye Aksi Sehat sebagai bagian dari penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit menular. (atm)

Dilarang

Baca Juga