Platinum

Lurah Condongcatur Bagikan Praktik Pemberdayaan Nyata di Kuliah Umum UTY

Wijatma T S
18 June 2025
.
Lurah Condongcatur Bagikan Praktik Pemberdayaan Nyata di Kuliah Umum UTY

Lurah Reno (tengah) mendapatkan tas penuh kertas berisi pesan dari mahasiswa. (PM-ist)

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., menjadi dosen tamu dalam mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota di Kampus 2 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Glagahsari, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta, Rabu (18/6/2025).

Kuliah umum yang berlangsung pukul 08.00 WIB ini diikuti 55 mahasiswa dan menghadirkan praktik nyata pemberdayaan masyarakat dari Kalurahan Condongcatur. Acara ini digelar atas undangan Dosen UTY Arum Rusmartini, ST, MT, pengampu mata kuliah Pengembangan Masyarakat angkatan 2023 yang juga merupakan istri Panewu Ngaglik.

Dalam paparannya, Reno mengangkat berbagai program inovatif pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara warga dan pemerintah dalam menciptakan perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Beberapa studi kasus yang disampaikan antara lain Kampung Konveksi Joho, Desa Wisata Green Kayen, dan Kampung Tangguh Bencana. 

Selain itu, Reno juga mengungkap keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan untuk penanggulangan stunting, kegiatan posyandu, jumantik, hingga pengembangan KWT, bank sampah, PAUD, kelompok ternak, dan forum UMKM.

Tak kalah menarik, Reno juga memaparkan inovasi layanan publik bertajuk Semanis Madu (Selasa Melayani Semua Mudah dan Terpadu), yang dilaksanakan setiap hari Selasa bekerja sama dengan 16 instansi. Layanan ini mencakup pengurusan SIM, STNK, BPJS Kesehatan, konsultasi hukum gratis, hingga stand UMKM dari UPPKA, unit usaha PKK untuk peningkatan pendapatan keluarga aseptor.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah program bantuan pembangunan sebesar Rp40 juta per RW setiap tahun. 

“Warga dilibatkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan dan perawatan hasil pembangunan. Inilah bentuk nyata pemberdayaan partisipatif,” ujar Reno.

Reno juga mengenalkan SULAPAN (Studi Lanjut Pamong Kalurahan), program kerja sama dengan STPMD APMD Yogyakarta yang mendorong pamong kalurahan melanjutkan studi hingga jenjang doktoral.

“Melalui SULAPAN, Kalurahan Condongcatur memberikan dukungan pembiayaan agar para pamong tidak terbebani secara ekonomi dalam mengembangkan kapasitasnya,” jelasnya. Beberapa pamong bahkan telah menyelesaikan studi pascasarjana.

Menurut Reno, peningkatan kualitas akademik pamong bukan sekadar formalitas. “Output dari program ini meningkatkan pelayanan masyarakat secara signifikan karena para pamong kini memiliki sudut pandang ilmiah dalam menyelesaikan persoalan,” ungkapnya.

Kehadiran Reno disambut antusias. Setidaknya sembilan mahasiswa aktif berdialog dalam sesi tanya jawab. Mereka menggali lebih dalam keberhasilan dan tantangan pemberdayaan masyarakat di Condongcatur.

“Desa itu bukan tempat tertinggal, tapi justru tempat tumbuhnya inovasi sosial yang paling nyata,” tegas Reno dalam penutup kuliahnya, seraya mengajak mahasiswa untuk ikut terlibat dalam pembangunan dari bawah.

Kerja Sama Berkelanjutan antara UTY dan Condongcatur

Arum Rusmartini menyebut, kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan lapangan bagi mahasiswa agar memahami strategi pemberdayaan secara langsung.

“Harapannya mahasiswa punya pemahaman tentang berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat, sebagai bekal ketika menjadi perencana wilayah di masa depan,” tuturnya.

Ia menambahkan, UTY dan Kalurahan Condongcatur telah menjalin kerja sama sebelumnya melalui kegiatan PPK Ormawa Himars Astabrata di Green Kayen yang menyinergikan mahasiswa, masyarakat, dan kelompok sadar wisata. 

“Ke depan, kami juga berencana membuka program magang mahasiswa di Kalurahan Condongcatur,” imbuh Arum.

Kuliah umum ditutup dengan sesi foto bersama. Sebagai kenang-kenangan, mahasiswa UTY memberikan tas berisi kertas-kertas yang ditulisi pesan dan harapan mereka kepada Kalurahan Condongcatur. 

Reno menyebut tulisan tersebut akan dijadikan bahan dalam merumuskan kebijakan kalurahan ke depan.(atm)

Dilarang

Baca Juga