Platinum

Pelatihan Tukang Bersertifikat Sleman 2026 Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas

Wijatma T S
13 April 2026
.
Pelatihan Tukang Bersertifikat Sleman 2026 Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas

Briefing dalam pelatihan tenaga terampil konstruksi P3B DPUPKP Sleman pada tahun 2025. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman tetap melanjutkan program pelatihan tenaga terampil konstruksi pada 2026 meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. 

Langkah ini menjadi strategi penting untuk menjaga kualitas pembangunan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Melalui Bidang Pendataan, Pembinaan, dan Pengawasan Bangunan (P3B), pelatihan akan digelar di sejumlah kalurahan, yakni Mororejo, Donoharjo, Sendangmulyo, dan Wukirharjo, mulai Mei hingga Oktober 2026. 

Selain itu, pelatihan konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga dijadwalkan berlangsung dua kali di Mororejo dan Sumberrahayu.

Baca juga: Limasan.id Permudah Akses Tukang Bersertifikat bagi Warga Sleman

Ketua Tim Pembinaan Jasa Konstruksi Bidang P3B DPUPKP Sleman, Fajar Waskito menjelaskan, pada tahun ini pelatihan akan dilaksanakan dalam tujuh angkatan dengan total 210 peserta. 

Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai rata-rata 330 peserta akibat penyesuaian anggaran.

“Setiap angkatan diikuti 30 peserta dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,3 juta per peserta per kegiatan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Pelatihan ini diperuntukkan bagi warga ber-KTP Sleman dengan minimal pendidikan Sekolah Dasar (SD). 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, melibatkan asesor dari Lembaga Sertifikasi Konstruksi. Hari pertama diisi pembekalan materi, sementara hari kedua fokus pada praktik dan uji sertifikasi.

Peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari alat pelindung diri (APD), konsumsi, modul pelatihan, uang transport, hingga sertifikat kompetensi.

Program pelatihan bersertifikasi ini telah berjalan sejak 2016 dan hingga 2026 telah mencapai 75 persen cakupan. 

DPUPKP menargetkan seluruh wilayah Sleman telah terjangkau program ini pada 2028.

Fajar menegaskan, keberadaan tenaga konstruksi yang tersertifikasi sangat penting untuk menjamin kualitas bangunan agar sesuai perencanaan, memenuhi standar, serta menghindari risiko kegagalan struktur.

“Dengan adanya pelatihan ini, mutu pekerjaan konstruksi akan lebih baik karena tukang telah tersertifikasi. Ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Untuk mendukung kebutuhan tenaga konstruksi profesional, DPUPKP Sleman juga menghadirkan platform digital limasan.id. 

Melalui situs tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mencari tukang tersertifikasi sesuai wilayah masing-masing. (atm)*

Dilarang

Baca Juga