Platinum

Kunjungan Wisata Sleman Triwulan I 2026 Tembus 1,75 Juta, Naik 106,64%

Wijatma T S
23 April 2026
.
Kunjungan Wisata Sleman Triwulan I 2026 Tembus 1,75 Juta, Naik 106,64%

Kadispar Sleman, Edy Winarya, didampingia Kasi Analisa Pasar dan Informasi Pariwisata, Kus Endarto (tengah). (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan total kunjungan mencapai 1.756.180 wisatawan. 

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 106,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si., dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4), menyampaikan bahwa lonjakan ini tidak lepas dari faktor pergeseran momentum libur Lebaran ke awal tahun.

“Terjadi peningkatan signifikan karena periode libur Lebaran tahun 2026 maju ke triwulan I dan berdekatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, sehingga mendorong mobilitas wisatawan,” jelasnya. 

Meski demikian, secara kuartalan (QoQ), jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan 26,51 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2025 yang mencapai 2.352.097 kunjungan.

Didominasi Wisatawan Nusantara
Edy mengungkapkan, wisatawan nusantara masih mendominasi kunjungan ke Sleman dengan jumlah 1.725.995 orang atau 98,28 persen dari total wisatawan. Mayoritas berasal dari Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 94,60 persen. 

Adapun tiga destinasi favorit wisatawan masih didominasi oleh kawasan ikonik, yakni Candi Prambanan (27,35 persen), Kawasan Kaliadem (23,27 persen), dan Kawasan Kaliurang (18,13 persen). 

Lonjakan Tajam Saat Lebaran
Kenaikan signifikan terutama terjadi pada periode libur Lebaran 2026. 

Dalam rentang 14–29 Maret 2026, tercatat sebanyak 502.267 pergerakan wisatawan atau setara 92,87 persen dari total kunjungan sepanjang bulan Maret.

“Pada bulan Maret 2026, terjadi lonjakan hingga 450,04 persen dibandingkan Maret tahun sebelumnya. Ini menjadi faktor utama peningkatan triwulan pertama,” ungkap Edy. 

Secara wilayah, beberapa kapanewon mengalami lonjakan kunjungan cukup tinggi, di antaranya Tempel yang meningkat hingga 510,18 persen, disusul Cangkringan 265,68 persen dan Mlati 139,34 persen.

Kontribusi PAD Pariwisata
Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata Sleman juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Hingga 31 Maret 2026, PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp103,79 miliar atau 26,81 persen dari target tahunan sebesar Rp387,2 miliar.

Capaian ini meningkat 100,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pendapatan masih didominasi dari sektor pajak, terutama pajak restoran, hotel, dan hiburan yang mencapai Rp102,34 miliar atau 98,74 persen dari total PAD pariwisata. 

Edy menegaskan, capaian ini menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata di Sleman. 

Ia optimistis tren ini akan terus berlanjut seiring dengan penguatan promosi dan pengembangan destinasi wisata. (atm)*

Dilarang

Baca Juga